Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Gubernur Sumut Sebut Ada Kekeliruan Soal Data Covid-19

Pada kunjungan beberapa hari lalu, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengungkap beberapa daerah di Sumatra Utara mengalami tren kenaikan kasus.
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi didampingi Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah /Istimewa
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi didampingi Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah /Istimewa

Bisnis.com, MEDAN - Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi mengklaim terjadi kesalahan data soal Covid-19 di provinsi tersebut.

Sehingga, menurut Edy, pernyataan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto beberapa waktu lalu keliru. Sebab, kata Edy, kondisi riil di lapangan menunjukkan angka penularan Covid-19 melandai.

"Ada satu persoalan, digitalisasi untuk pelaporan ini yang belum sinkron. Kenyataan riil adalah dia turun. Tapi laporan-laporan ini yang membuat tidak connect sama pusat," kata Edy, Minggu (7/11/2021).

Pada kunjungan beberapa hari lalu, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengungkap beberapa daerah di Sumatra Utara mengalami tren kenaikan kasus.

Di antaranya Padangsidimpuan, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Humbanghasundutan, Samosir, Toba, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Nias Selatan, Tapanuli Tengah dan Pandanglawas.

Pemprov Sumatra Utara menargetkan proses vaksinasi menembus angka 50 persen dari jumlah penduduk Sumatra Utara pada akhir Oktober 2021. Akan tetapi, target yang dipatok belum terpenuhi. Masih sekitar 30 persen.

Inilah yang menyebabkan terjadinya peningkatan level PPKM di sejumlah daerah.

"Kami kejar. Persoalannya, vaksinnya tak ada, tapi pusat yang menentukan level itu. Tapi tidak apa-apa, kami positif thinking. Kami berusaha untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan itu," ujar Edy.

Sebelumnya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyambangi Sumatra Utara pada Rabu (3/11/2021). Pada kesempatan itu, Hadi mengungkap terdapat 131 kabupaten dan kota yang mengalami tren kenaikan kasus Covid-19. Termasuk beberapa daerah di Sumatra Utara.

Hadi pun meminta seluruh pihak memberi perhatian penuh terhadap kondisi tersebut.

Dia mengingatkan pihak berkompeten agar aktif melakukan pelacakan atau tracing terhadap masyarakat yang berkontak dengan pasien terkonfirmasi Covid-19.

"Dandim dan kapolres supaya bisa merespon lebih cepat. Apa yang perlu kita lakukan, perbanyak testing dan tracing. Supaya tren peningkatan ini bisa kita cegah," ujar Hadi di Rumah Dinas Gubernur Sumatra Utara, Medan, beberapa waktu lalu.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Ajijah

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper