Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kabar Gembira Buat Petani Kakao, Harga Naik Mencapai Rp24.000 per Kg

Menurut Tomidi, biji kakao yang bagus memiliki bentuk bulat. Sedangkan biji kualitas buruk berbentuk gepeng. Harganya akan bertambah jika sudah dikeringkan hingga warnanya berubah jadi kekuningan.
Nanda Fahriza Batubara
Nanda Fahriza Batubara - Bisnis.com 10 Oktober 2021  |  20:30 WIB
Yanti (kiri) dan Tomidi saat melihat biji kakao yang sedang dikeringkan di Sei Bamban, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, Minggu (10/10/2021).  - Bisnis/Nanda Fahriza Batubara
Yanti (kiri) dan Tomidi saat melihat biji kakao yang sedang dikeringkan di Sei Bamban, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, Minggu (10/10/2021). - Bisnis/Nanda Fahriza Batubara

Bisnis.com, MEDAN - Kabar baik menghampiri para petani kakao di Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, Minggu (10/10/2021).

Kabar ini disampaikan seorang agen keliling saat mendatangi petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Hutan Konservasi (KTHK) di Sei Bamban.

"Tahu harganya naik setelah saya antar barang terakhir beberapa hari lalu. Katanya sudah bisa dinaikkan," kata seorang agen keliling, Tomidi, kepada Bisnis.

Di tempat ini, harga biji kakao sejak beberapa tahun terakhir cuma berkisar antara Rp18.000-Rp20.000 per kilogram. Tergantung pada kualitas biji tersebut.

Sedangkan saat ini, harganya bisa mencapai Rp22.000-Rp24.000 per kilogram. Jika kualitasnya baik, maka harga yang dipatok bisa lebih.

Menurut Tomidi, biji kakao yang bagus memiliki bentuk bulat. Sedangkan biji kualitas buruk berbentuk gepeng. Harganya akan bertambah jika sudah dikeringkan hingga warnanya berubah jadi kekuningan.

"Kalau yang jelek itu buahnya gepeng. Biasanya karena waktu berbuah tidak ada hujan. Tapi kalau hujan stabil, maka bijinya bagus. Bulat padat," kata Tomidi.

Menurut Tomidi, kenaikan harga ini dipicu stok komoditas biji kakao yang menipis. Sedangkan permintaan banyak.

Akan tetapi, Tomidi memperkirakan bahwa harga yang dipatok saat ini cuma akan bertahan sekitar enam bulan.

"Ini (kenaikan harga) mungkin karena kurang bahan. Jadi harganya lebih mahal. Tapi paling bertahan 4-6 bulan saja," kata Tomidi.

Kabar kenaikan harga ini disambut riang oleh seorang ibu rumah tangga bernama Yanti. Sehari-hari, Yanti membantu suaminya, Satria, yang merupakan petani kakao.

Selama ini, Yanti dan Satria bisa mengumpulkan setidaknya 8 kilogram biji kakao kering kurun dua pekan. Satria sendiri merupakan anggota kelompok KTHK dan kini mengelola sekitar 200 pohon kakao.

"Saya juga baru tahu kabar ini kalau harga cokelat sudah naik. Alhamdulillah, senang lah tentunya," kata Yanti.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kakao sumut
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top