Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bupati Dodi Reza Ajak Pegawai Beli Beras Asli Musi Banyuasin

Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin mengimbau pegawai di lingkungan pemerintah tersebut untuk membeli dan mengkonsumsi beras yang dihasilkan petani di daerah itu.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 03 Juni 2021  |  20:07 WIB
Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin (kanan) meninjau stok beras yang dihasilkan petani kabupaten itu.  - Istimewa
Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin (kanan) meninjau stok beras yang dihasilkan petani kabupaten itu. - Istimewa

Bisnis.com, PALEMBANG – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin mengimbau pegawai di lingkungan pemerintah tersebut untuk membeli dan mengkonsumsi beras yang dihasilkan petani di daerah itu.

Bupati Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Dodi Reza Alex mengatakan imbauan itu sebagai dukungan untuk peningkatan kesejahteraan petani padi.

“Kami meyakini jika semua warga, termasuk pegawai Pemkab, mengkonsumsi beras asli Muba maka berdampak positif terhadap kesejahteraan petani di sini,” katanya, Kamis (3/6/2021).

Dodi memaparkan apalagi produksi beras Muba tercatat surplus sebanyak 207.052 ton beras pada tahun 2020.

Dia mengatakan imbauan membeli beras petani Muba juga diwujudkan dengan penerapan harga Rp10.000 per kilogram untuk beras kualitas medium. 

“Kemudian, untuk memudahkan dan sekaligus mengkoordinir masalah pembayaran, akan dipertanggungjawabkan oleh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan BUMD masing-masing,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura (PTPH) Muba, Thamrin, mengatakan pihaknya siap menyalurkan stok beras ke OPD maupun BUMD yang ada di kabupaten itu.

Menurut dia pembelian tersebut bisa meningkatkan pendapatan dan mensejahterakan petani sawah di Kabupaten Muba lantaran petani mendapatkan harga jual yang tinggi.

“Kami bekerja sama dengan pabrik penggilingan padi dengan membeli langsung gabah petani seharga Rp4.000 per kg lebih mahal dari harga pasaran di Lalan yang Rp3.700 per kg,” katanya.

Dia melanjutkan, program tersebut juga bertujuan untuk memutus mata rantai tengkulak sehingga harga tinggi bisa langsung dinikmati petani.

Thamrin melanjutkan, untuk pelaksanaannya akan dimulai pada bulan Juni. Penjualan perdana ditujukan ke OPD dan BUMD PDAM dan Jika masih memungkinkan selanjutnya akan disebar ke RSUD, Petro Muba, Muba Link. 

“Kemudian, jika masih memungkinkan ke para camat dan ke perusahaan di Muba,” katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumsel musi banyuasin
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top