Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

20 Pasien Covid-19 Meninggal di Riau, Ruang ICU Nyaris Penuh

Keterisian ruang ICU di rumah sakit Pekanbaru sudah mencapai 94 persen. Sementara itu keterisian ruang isolasi pun sudah lebih dari 69 persen.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 06 Mei 2021  |  18:39 WIB
Ilustrasi/Antara - Reuters
Ilustrasi/Antara - Reuters

Bisnis.com, PEKANBARU - Kondisi penyebaran Covid-19 Riau umumnya, khususnya di Kota Pekanbaru dinilai semakin mengkhawatirkan. Hal itu ditengarai dengan makin tingginya kasus meninggal dunia terkait virus Corona.

Hari ini kasus kematian mencapai angka tertinggi selama kasus pandemi di Riau.  Kamis (6/5/2021) kasus kematian bertambah hingga sebanyak 20 orang.

Terkait bertambahnya kasus kematian akibat Corona, juru bicara penanganan Covid-19 Riau dr Indra Yovi meminta masyarakat tidak abai protokol kesehatan.

Terutama, ujarnya, bagi anak-anak muda berusia 18 - 40 tahun yang masih banyak berkeliaran tanpa menerapkan protokol kesehatan.

“Untuk hari ini kasus baru positif Covid-19 bertambah sebanyak 520 kasus. Hari ini paling tinggi angka kematiannya sebanyak 20 orang. Semua yang meninggal berusia di atas 50 tahun, hanya satu yang berusia 48 tahun,” ujarnya, Kamis.

Dokter ahli paru ini menjelaskan, dengan pasien yang terus bertambah dan belum ada penurunan, ruang ICU di Pekanbaru semakin penuh.

Dikhawatirkan ICU tidak bisa menampung pasien dengan gejala berat. Sementara ruang isolasi bagi pasien bergejala ringan pun sudah mencapai 70 persen.

“Ruang ICU 94 persen hunian, hampir 100 persen. Jumlah keterisian isolasi 70 persen. Kami mengimbau, dengan kondisi seperti ini, segala lapisan segala suku bangsa, warga Riau untuk mematuhi protokol kesehatan," ujarnya.

Ia mengingatkan risiko penularan yang bisa dialami kelompok usia tua.

"[Mereka] yang berisiko orang tua kita, kakek kita, paman kita, karena kita tahu yang menularkan anak-anak muda berusia 18 - 40 tahun, menularkan ke orang tua, risikonya nyawa," ujar Indra.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pekanbaru Virus Corona Covid-19
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top