Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pengembang Optimistis Bisnis Properti di Sumut Pulih Triwulan III/2021

Pengusaha properti di Sumatra Utara optimistis penjualan perumahan dan apartemen kembali pulih pada triwulan 3 tahun 2021.
Cristine Evifania Manik
Cristine Evifania Manik - Bisnis.com 27 April 2021  |  21:29 WIB
Ilustrasi - Bisnis
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, MEDAN - Pengusaha properti di Sumatra Utara optimistis penjualan perumahan dan apartemen kembali pulih pada triwulan 3 tahun 2021.

Hal ini terlihat dari mulai berjalannya proyek pembangunan apartemen dan rumah subsidi di Kota Medan dan kota lainnya di Sumut.

“Pasti optimis. Kawan-kawan yang membangun rumah subsidi, apartemen atau rumah menengah tetap membangun, tetap membuka proyek baru, dan membeli lahan baru. Itu menunjukkan bahwa geliat industri properti atau perumahan tetap berjalan,” kata Ketua Real Estate Indonesia (REI) Sumatra Utara Andi Atmoko Panggabean, Selasa (27/4/2021).

Sebelum Covid-19 mewabah, Moko menjelaskan peningkatan penjualan perumahan dan apartemen di Sumut bisa tumbuh hingga 20 persen per tahun. Namun, sepanjang tahun 2020 peningkatan penjualan hanya tumbuh sekitar 5 hingga 10 persen.

Kesuksesan vaksinasi Covid-19 menjadi tolak ukur REI Sumut memproyeksi pemulihan kinerja bisnis properti. Selain itu, stimulus DP 0 persen dan PPN ditanggung pemerintah (DTP) ternyata memengaruhi penjualan properti tahun ini, meski belum signifikan.

“Sampai bulan Maret penjualan relatif stabil karena masih di awal-awal. Kebijakan perbankan dan Kementerian PUPR untuk rumah subsidi masih butuh penyesuaian untuk developer dan konsumen,” jelas Moko.

Ia menambahkan, menggeliatnya bisnis properti ini akan memberikan efek ganda atau multiplier effect terhadap 140 sektor industri lain, diantaranya bisnis keramik, genteng, batu bata, semen, transportasi, hingga sektor kuliner.

Pembangunan rumah komersil untuk konsumen kategori menengah ke atas akan melibatkan lebih banyak sektor bisnis, seperti bisnis furnitur dan peralatan elektronik.

“Untuk konsumen rumah komersil pasti akan beli AC, furnitur, kitchen set, sofa. Begitulah kalau industri properti berjalan,” imbuh Moko.

Selain itu, pembangunan 100 unit rumah di lahan seluas dua hektar dapat memberdayakan setidaknya 50 orang pekerja bangunan.

Sebelumnya, Moko menjelaskan hingga triwulan 1 2021 penjualan rumah di Sumatra Utara meningkat hingga 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2020. Peningkatan tersebut berasal dari penjualan rumah subsidi atau Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan penjualan rumah komersi.

Tahun ini, REI Sumut menargetkan penjulan rumah mencapai 20.000 unit. Target tersebut naik sekitar 33 persen dibandingkan penjualan rumah tahun 2020 sebanyak 15.000 unit.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumut
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top