Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BI Sumut Siapkan Uang Tunai Rp2,6 Triliun untuk Ramadan dan Lebaran

Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan (Kpw) Provinsi Sumatra Utara memprediksi kebutuhan uang kartal atau uang tunai selama Ramadan dan Lebaran di Sumatra Utara sebesar Rp2,6 triliun.
Cristine Evifania Manik
Cristine Evifania Manik - Bisnis.com 08 April 2021  |  00:10 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, MEDAN - Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan (Kpw) Provinsi Sumatra Utara memprediksi kebutuhan uang kartal atau uang tunai selama Ramadan dan Lebaran di Sumatra Utara sebesar Rp2,6 triliun.

Jumlah ini naik empat persen dibandingkan realisasi distribusi uang kartal periode serupa tahun 2020 lalu sebesar Rp2,5 triliun.

Untuk Depot Kas Wilayah (DKW) Sumut-Aceh, kebutuhan uang tunai pada periode ini diprediksi sebesar Rp8,9 triliun atau naik 12 persen dibandingkan realisasi distribusi uang tunai periode Ramadan dan Lebaran tahun 2020 sebesar Rp7,8 triliun. DKW ini meliputi wilayah Aceh, Lhokseumawe, Medan, Pematangsiantar, dan Sibolga.

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Sumut Soekowardojo mengatakan, prediksi angka ini berdasarkan observasi yang dilakukan tiap perbankan di Sumatra Utara.

"Teman-teman perbankan punya pola, mengikuti pola nasabah bagaimana selama bulan Ramadan. Setelah ditabulasikan, muncul angka Rp2,6 triliun. Yg paling gampang, realisasi tahun lalu berapa, tidak jauh dari angka itu," kata Soeko dalam acara Launching Layanan Kas Periode Ramadan dan Lebaran Tahun 2021 yang digelar di Hotel JW Marriot Medan, Rabu (7/4/2021).

Adapun, distribusi uang kartal di Sumut periode Ramadan dan Lebaran tahun 2020 memang menurun signifikan dibandingkan tahun 2019 yang sebesar 4,8 triliun. Penurunan ini diakibatkan oleh beberapa faktor, antara lain pengaru pembatasan sosial berskala besar akibat Covid-19, larangan mudik, turunnya kegiatan ekonomi, dan penghasilan masyarakat yang menurun.

Selain itu, selama pandemi covid-19 mewabah, BI kami belum bisa melakukan kas keliling, sehingga perbankan hanya dapat mengandalkan mesin ATM untuk mendistribusikan uang tunai.

Selain itu, terjadi perubahan perilaku masyarakat di Sumut, yang tadinya menggunakan uang tunai, beralih menggunakan uang non tunai.

Meski BI hanya menyiapkan Rp2,6 triliun untuk periode ini, Soeko mengklaim BI telah siap bila permintaan uang lebih tinggi daripada prediksi.

"Kalaupun proyeksi perbankan meleset karena perekonomian membaik, kalaupun masyarakat minta lebih dari yang semula direncanakan, misalkan meningkat jd Rp3 triliun, kita pun siap," imbuh Soeko.

Soeko menuturkan, saat ini penukaran uang dapat dilakukan dalam partai besar di lewat perbankan, Bank Perkreditan Rakyat, Kantor Pos, dan Pegadaian.

"Untuk pelayanan langsung, misalnya membuka booth, kita belum (bikin) karena masih ada pembatasan," pungkas Soeko.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumut
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top