Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ternak Lebah: Populasi di Sumatra Merosot

Bahkan berdasarkan penelitian yang dilakukan PEI bekerjasama dengan Pusat Kajian Sains Keberlanjutan dan Transdisiplin (Center for Transdisciplinary and Sustainability Science/CTSS) tahun 2020 tersebut, penurunan populasi lebah juga terjadi di Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Sumbawa dan Maluku.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 06 April 2021  |  15:40 WIB
Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wiratno saat memberikan pemaparan pada Bee and Pollinator Awareness Day secara virtual.  - dokumentasi Perhimpunan Entomologi Indonesia
Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wiratno saat memberikan pemaparan pada Bee and Pollinator Awareness Day secara virtual. - dokumentasi Perhimpunan Entomologi Indonesia

Bisnis.com, PALEMBANG – Perhimpunan Entomologi Indonesia atau PEI mengungkap terjadi penurunan populasi lebah di Pulau Sumatra yang dipicu dampak perubahan iklim, ketersediaan pakan dan pestisida.

Bahkan berdasarkan penelitian yang dilakukan PEI bekerjasama dengan Pusat Kajian Sains Keberlanjutan dan Transdisiplin (Center for Transdisciplinary and Sustainability Science/CTSS) tahun 2020 tersebut, penurunan populasi lebah juga terjadi di Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Sumbawa dan Maluku.

Ketua CTSS Damayanti Buchori mengatakan penelitian melibatkan 272 peternak lebah dan 25 peneliti.

“Sumatra memiliki lebih banyak spesies lebah dibandingkan daerah lain, kami mencatat ada 16 spesies yang populer untuk jadi ternak,” katanya, saat acara lokakarya Bee and Pollinator Awareness Day secara virtual, Selasa (6/4/2021).

Menurut Damayanti saat ini fenomena penurunan populasi lebah secara global merupakan fakta.

Dia menjelaskan memang belum ada penelitian mendalam mengenai fenomena tersebut di Tanah Air, apakah terjadi atau tidak, sehingga CTSS merasa perlu untuk melakukan studi lanjutan agar Indonesia bisa melakukan tindakan penyelamatan.

“Data awal ini [riset PEI] perlu ditindaklanjuti dengan riset yang lebih komprehensif mengenai kondisi lebah di Indonesia,” kata dia.

Para riset awal PEI itu diketahui juga jumlah peternak lebah terus meningkat, di mana sebagian besar dari mereka baru memelihara lebah dalam kurun 3--5 tahun terakhir. Hampir setengah dari total peternak memperoleh koloni lebah pertama mereka dari alam liar.

Sekretaris Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian Antarjo Dikin, mengatakan riset tersebut cukup menarik karena mengidentifikasi terdapat tiga faktor utama penyebab kematian lebah di nusantara, yaitu iklim (31 persen), sumber makanan (23 persen), dan pestisida (21 persen).

“Ternyata berbagai masalah lain juga dapat memengaruhi kuantitas dan kualitas hasil madu seperti cuaca, sumber pakan, jenis lebah, dan perlakuan saat panen dan pasca panen,” kata dia.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumsel
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top