Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

MH Manullang Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Tuan MH Manullang sebelumnya sudah diakui Pemerintah Pusat sebagai perintis kemerdekaan tahun 1967 dalam menentang kolonialisme, khususnya di Tanah Batak.
Cristine Evifania Manik
Cristine Evifania Manik - Bisnis.com 26 Maret 2021  |  18:35 WIB
Sidang pembahasan usulan calon Pahlawan Nasional yang dilaksanakan di Ruang Rapat Lantai 2, Kantor Gubernur Sumut - Istimewa
Sidang pembahasan usulan calon Pahlawan Nasional yang dilaksanakan di Ruang Rapat Lantai 2, Kantor Gubernur Sumut - Istimewa

Bisnis.com, MEDAN – Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Sumatra Utara melanjutkan pembahasan nama-nama tokoh yang akan diusulkan mendapatkan gelar Pahlawan Nasional. Kali ini, tokoh Mangaradja Hezekiel (MH) Manullang dibahas dan disepakati diusulkan menjadi Pahlawan Nasional.

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut R Sabrina yang juga merupakan Ketua TP2GD Sumut memimpin sidang pembahasan usulan calon Pahlawan Nasional yang dilaksanakan di Ruang Rapat Lantai 2, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Kamis (25/3/2021) malam.

Peserta sidang terdiri dari Tim Pengusul yakni Pusat Studi Humaniora Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Medan (Unimed), perwakilan dari unsur TNI, kepolisian, pejuang, pakar, akademisi, dan sejarawan.

Sabrina meminta seluruh peserta sidang dapat menyampaikan masukan terkait penyiapan data pengusulan MH Manullang sebagai Pahlawan Nasional. Sehingga usulan tersebut dapat segera diproses dan disetujui oleh Pemerintah Pusat.

"Tuan MH Manullang sebelumnya sudah diakui Pemerintah Pusat sebagai perintis kemerdekaan tahun 1967 dalam menentang kolonialisme, khususnya di Tanah Batak. Karena itu, saya rasa beliau ini layak kita ajukan sebagai calon Pahlawan Nasional Tahun 2021 dari Sumut," ujar Sabrina melalui keterangan resmi, Jumat (26/3/2021).

Sabrina mengatakan, sidang tersebut merupakan ujian persipan untuk mengajukan gelar pahlawan ke Kementerian Sosial (Kemensos).

"Masalah kelengkapan dokumen saya pikir berkasnya harus lebih sempurna kita siapkan, jangan terlalu tergesa-gesa, sehingga dokumen yang kurang lengkap kita paksakan untuk diusulkan, ini yang tidak boleh. karena pengusulan ada batasan, yakni hanya boleh tiga kali," terang Sabrina.

Adapun, Tuan MH Manullang lahir di Tarutung, 20 Desember 1887 dan meninggal di Jakarta, 20 April 1979. Berjuang secara konsisten sejak tahun 1906 menentang kolonialisme di Tanah Batak, maupun lewat media yang didirikannya, yaitu Sinondang Baru dan Soara Batak. Tidak sampai di situ, beliau juga berjuang lewat organisasi HKB tahun 1917.

Ketua tim pengusul yaitu Ketua Pusat Studi Humaniora LPPM Ichwan Azhari memaparkan alasan kenapa MH Manullang diusulkan untuk mendapat gelar Pahlawan Nasional.

"Beliau sangat konsisten berjuang melawan kolonialisme di Tanah Batak, beliau merupakan pejuang agraria dan juga berjuang melalui media (pers) yang didirikannya (Sinondang Baru, Soara Batak) maupun lewat organisasi HKB (1917)," ujarnya.

Ichwan mengatakan bahwa penelitian dan seminar membahas tentang MH Manullang sudah dilakukan sejak tahun 2008. Seminarnya pun sudah dilakukan sebanyak empat kali, yakni tahun 2009, 2020 dan dua kali di tahun 2021. Hasil seminarnya juga sudah dijadikan buku biografi tentang MH Manullang.

Lebih lanjut, Ichwan menjelaskan, bahwa MH Manullang merupakan pejuang yang bergerak dibanyak sektor. Selain pejuang agraria, tokoh pers, Manullang juga pejuang yang humanis dalam bidang emansipasi perempuan.

Manullang juga berjuang lewat jalur politik sampai menemui Gubernur Jenderal Belanda di Jakarta dalam rangka meminta agar Tanah Batak dilindungi dari pengambil alihan lahan petani oleh pemodal perkebunan luar disamping meminta Gubernur Jenderal menghapuskan Belasting, Kerja Rodi serta penurunan pajak serta membangun fasilitas kesehatan.

Menurut Ichwan, MH Manullang yang terus berjuang pada masa pendudukan Jepang dan masa pendudukan sekutu atau NICA (Netherland Indies Civil Administration) sehingga juga dipenjarakan oleh kedua penjajah asing ini, layak diusulkan menjadi pahlawan nasional. Dengan pengusulan ini tentu rakyat Sumut bangga semakin banyak tokoh tokoh penting yang mendapat penghormatan secara nasional yang berasal dari provinsi ini.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumut
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top