Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hutama Karya Terapkan Metode FDC untuk Proyek Jalan Tol Seksi Padang - Sicincin

PT Hutama Karya menerapkan sebuah inovasi untuk memberikan kualitas jalan yang kuat dan tangguh untuk proyek Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) ruas Padang - Pekanbaru Seksi Padang - Sicincin yakni dengan menerapkan metode Full Displacement Columns (FDC).
Noli Hendra
Noli Hendra - Bisnis.com 10 Maret 2021  |  18:28 WIB
Seorang pekerja tengah memantau pengerjaan alat berat yang melakukan Full Displacement Columns (FDC) di jalan tol Padang - Pekanbaru Seksi Padang - Sicincin mulai dari STA 4200 sampai STA 6000 dengan kedalaman FDC mulai 4 meter hingga 20 meter, Rabu (10/3/2021).  - Bisnis/Noli Hendra
Seorang pekerja tengah memantau pengerjaan alat berat yang melakukan Full Displacement Columns (FDC) di jalan tol Padang - Pekanbaru Seksi Padang - Sicincin mulai dari STA 4200 sampai STA 6000 dengan kedalaman FDC mulai 4 meter hingga 20 meter, Rabu (10/3/2021). - Bisnis/Noli Hendra

Bisnis.com, PADANG - PT Hutama Karya menerapkan sebuah inovasi untuk memberikan kualitas jalan yang kuat dan tangguh untuk proyek Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) ruas Padang - Pekanbaru Seksi Padang - Sicincin yakni dengan menerapkan metode Full Displacement Columns (FDC).

Manager Pengendali dan Pelaksana Proyek PT Hutama Karya Berlin Tampubolon mengatakan alasan diterapkannya FDC itu mengingat adanya sejumlah titik jalan yang memiliki kondisi tanah yang lunak, serta kondisi alam Sumbar yang berada di antara pertemuan dua lempeng benua besar dan patahan semangko.

Sehingga Sumbar menjadi daerah berpotensi rawan terjadi gempa. FDC dinilai dapat mengantisipasi terjadi kerusakan jalan tol akibat kondisi tersebut.

"Ada di beberapa titik kondisi tanahnya itu lunak, ditambah Sumbar daerah rawan gempa, jadi perlu kita atasi supaya jalan tol tetap aman. Salah satu Solusinya adalah dengan menerapkan metode sistem FDC, dengan kedalaman mulai 15 meter hingga 20 meter," katanya kepada Bisnis di Padang, Rabu (10/3/2021).

Khusus untuk seksi Padang - Sicincin FDC itu diterapkan mulai dari STA 4+200 sampai STA 6+050 dengan kedalaman FDC mulai 15 meter hingga 20 meter.

Bervariasinya kedalaman untuk FDC itu melihat kondisi tanah itu sendiri. Diakuinya untuk kondisi tanah itu, menjadi salah satu kendala yang dihadapi Hutama Karya.

Sehingga membuat Hutama Karya melakukan sejumlah metode perbaikan tanah dasar, yaitu dengan metode replacement, cermaton, PVD+Preloading, dan metode kolom grout modular/FDC.

"Itu kendala selain soal masih minimnya pembebasan lahan untuk dapat kita kerjakan. Ditambah lagi tanah yang bebas secara spot-spot saja dan tidak menerus," ujarnya.

Berlin menjelaskan metode replacement itu adalah menggantikan tanah kembali dengan yang bagus dengan kedalaman 4 meter. Metode cermaton itu adalah memasang matras beton yakni untuk tanah lunak sampai kedalaman 12 meter.

Selanjutnya metode PVD+Preloading atau pembebanan artinya untuk tanah lunak sampai kedalaman 12 meter dimana hal ini lebih efisien daripada metode cermaton. Lalu metode kolom grout modular atau tiang bor FDC yakni untuk tanah lunak sampai kedalaman 20 meter.

"Kita berharap adanya metode itu dapat memberikan kondisi jalan yang kuat dan tangguh, dan ini sebuah inovasi dari Hutama Karya juga, dalam hal menghadirkan pengerjaan yang berkualitas," jelas dia.

Sementara berbicara terkait progres jalan tol seksi Padang - Sicincin itu, Berlin menyatakan saat ini progres pelaksanaan pembangunan jalan tol ruas Pekanbaru - Padang Seksi Sicincin - Padang telah mencapai 37,989 persen.

Dimana progres itu terdiri dari pengerjaan fisik yang telah mencapai kurang lebih 20 persen sepanjang kurang lebih 9 kilometer, dan sisanya adalah pengadaan material pabrikan yakni pre-cost, tiang pancang dan material lainnya.

Untuk pelaksanaan pekerjan yang kurang lebih 9 kilometer itu dilaksanakan mengikuti lahan yang sudah bebas yakni 7 kilometer, serta ada beberapa tempat yang dilaksanakan di lahan yang telah diizinkan oleh masyarakat pemilih lahan yakni lebih kurang 2 kilometer.

Dengan adanya progres dan pengerjaan itu telah menunjukkan bahwa proyek jalan tol Padang - Sicincin tetap jalan dan tidak ada yang berhenti, seperti adanya pemberitaan yang beredar.

Dan untuk Jalan Tol Sicincin – Padang ini agar dapat segera cepat dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Sumatera Barat, untuk Tahap 1 dioperasikan dengan membuat exit dan entrance tol pada STA. 6+200.

Sebelumnya Direktur Operasi III Hutama Karya Koentjoro juga menjelaskan dalam proses pembangunannya, PT Hutama Karya (Persero) selaku owner Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Padang – Sicincin mengikuti sepenuhnya arahan dan kebijakan yang diberikan oleh regulator yakni Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebagai instansi teknis yang mengawal penugasan pemerintah kepada PT. Hutama Karya.

Serta untuk Kegiatan pembangunan selanjutnya dilaksanakan, PT Hutama Karya akan menyesuaikan dengan ketersediaan lahan serta arahan dan instruksi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Tol Padang – Sicincin sepanjang 36 Km merupakan bagian dari koridor pendukung (feeder) yang berada di koridor Pekanbaru hingga Padang sepanjang 254 Km.

Koentjoro menyampaikan bahwa dalam membangun proyek Tol Padang – Sicincin, perusahaan kerap kali dihadapkan oleh kendala di lapangan.

Diakuinya pembebasan lahan di wilayah Sumbar memang masih menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan hingga saat ini.

Meski demikian, progress yang tidak begitu signifikan di ruas tol ini bukan karena pembangunannya yang lambat, namun perusahaan hanya dapat mengerjakan konstruksi tol sesuai dengan lahan yang telah dibebaskan.

"Jika tersedia kelebihan sumber daya, maka akan kami lakukan refocusing ke ruas proyek tol lain yang lebih siap lahannya.” tutur Koentjoro dalam keterangan persnya.

Menurutnya untuk mempercepat pembangunan Tol Padang – Sicincin, berbagai skema alternatif telah dilakukan oleh Hutama Karya selaku owner agar proyek dapat terus berjalan.

Berbagai skema alternatif tersebut mulai dari pengajuan penetapan lokasi (penlok) baru, relokasi trase, hingga koordinasi dengan berbagai pihak yang terlibat dalam pembangunan ini.

"Hal ini kami lakukan untuk mempertimbangkan masyarakat setempat yang menyatakan bahwa tanah di sekitar pembangunan merupakan tanah pusaka dan produktif. Namun dalam pelaksanaannya, kami mengikuti sepenuhnya keputusan yang telah ditetapkan oleh regulator,” ungkapnya.

Koentjoro juga menegaskan bahwa sampai saat ini, perusahaan tidak pernah mengeluarkan pernyataan/statement di luar siaran pers/klarifikasi resmi yang didistribusikan oleh Komunikasi Korporat Hutama Karya.

Sehingga, jika terdapat informasi simpang siur yang beredar, perusahaan tidak bertanggung jawab atas hal tersebut. (k56)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hutama karya
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top