Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Petani Deli Serdang Siap Panen 20 Ton Cabai per Hektare

Berdasarkan pantauan di lapangan, sekitar 1 hektare ladang cabai merah milik petani di Kelompok Tani Sadar Tani siap dipanen pekan ini.
Cristine Evifania Manik
Cristine Evifania Manik - Bisnis.com 24 Februari 2021  |  16:29 WIB
Ketua Kelompok Sadar Tani M Sofyan bersama Kepala Dinas TPH Sumut Dahler Lubis bersama di Dusun Cilacap, Desa Sidodadi Ramunia, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara, Rabu (24/2 - 2021).
Ketua Kelompok Sadar Tani M Sofyan bersama Kepala Dinas TPH Sumut Dahler Lubis bersama di Dusun Cilacap, Desa Sidodadi Ramunia, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara, Rabu (24/2 - 2021).

Bisnis.com, MEDAN - Menjelang musim panen, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Provinsi Sumatra Utara mengunjungi ladang pertanian cabai merah di Dusun Cilacap, Desa Sidodadi Ramunia, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sekitar 1 hektare ladang cabai merah milik petani di Kelompok Tani Sadar Tani siap dipanen pekan ini.

Kepala Dinas TPH Provinsi Sumatra Utara Dahler Lubis menjelaskan dari satu hektar ladang cabai tersebut, dapat dihasilkan 20 ton cabai. Saat ini, harga cabai di tingkat petani adalah Rp25.000 hingga Rp28.000.

"Dapat menghasilkan cabai merah sekitar 20 ton. Dengan harga sekarang, dikali sekitar Rp25.000 per kilogram bila diuangkan dapat sekitar Rp500 juta," kata Dahler Lubis saat mengunjungi ladang cabai di Dusun Cilacap, Desa Sidodadi Ramunia, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara, Rabu (24/2/2021).

Kata Dahler, sebelumnya pemerintah telah menyalurkan stimulus ekonomi Covid-19 dalam bentuk pupuk untuk 35 hektare ladang cabai di Kabupaten Deli Serdang. Kelompok Tani Sadar Tani menerima stimulus untuk 4 hektare ladang.

"Dari stimulus Covid-19, yang dibantu di Desa ini empat hektar dari gabungan kelompok tani Sadar Tani. Total luas ladang kelompok ini adalah enam hektare," tambah Dahler.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Sadar Tani M. Sofyan mengatakan musim panen akan dimulai pada bulan Maret hingga April mendatang. Menurutnya, stimulus dari pemerintah sangat membantu petani menutupi biaya produksi pertanian cabai.

"Saya berterima kasih sekali kepada pemerintah yang membantu kami petani untuk menanam cabai. Biaya yang seharusnya dipakai menanam cabai bisa dipakai untuk bayar biaya sekolah," kata Sofyan, Rabu (24/2/2021).

Hal serupa juga disampaikan salah satu anggota kelompok Sadar Tani Parno. Katanya, biaya produksi untuk satu batang cabai sekitar Rp15.000 rupiah. Harga cabai di tingkat petani senilai Rp25.000 hingga Rp28.000 per kilogram. Dengan kata lain, ia bisa mendapatkan keuntungan sebesar Rp.10.000 tiap kilogram.

Menurut Parno, harga tersebut merupakan harga ideal di tingkat petani. Meski demikian, musim panen yang akan terjadi pada bulan Maret dan April mendatang dikhawatirkan akan memengaruhi penurunan harga cabai.

"Hal ini yang kami harapkan kepada pemerintah. Walaupun harga cabai berkisar Rp25.000, kita takutkan bila panen raya bulan Maret harga akan anjlok. Ini yang perlu saya sampaikan akan kemana cabai-cabai ini?" Kata Parno.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumut
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top