Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pelindo 1 Optimistis Dorong Pertumbuhan Ekonomi Sumut Lewat Kuala Tanjung PIE

PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I optimistis berkontribusi terhadap perekonomian Sumatra Utara (Sumut) lewat pengembangan Kuala Tanjung Port and Industrial Estate (PIE) yang terletak di Kabupaten Batubara, Sumut.
Kuala Tanjung Port and Industrial Estate (PIE) yang terletak di Kabupaten Batubara, Sumut. Kuala Tanjung PIE terdiri atas dua kawasan yang terintegrasi,  yaitu kawasan pelabuhan yaitu Kuala Tanjung Multipurpose Terminal dan kawasan industri yaitu Kuala Tanjung Industrial Zone.
Kuala Tanjung Port and Industrial Estate (PIE) yang terletak di Kabupaten Batubara, Sumut. Kuala Tanjung PIE terdiri atas dua kawasan yang terintegrasi, yaitu kawasan pelabuhan yaitu Kuala Tanjung Multipurpose Terminal dan kawasan industri yaitu Kuala Tanjung Industrial Zone.

Bisnis.com, MEDAN - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I optimistis berkontribusi terhadap perekonomian Sumatra Utara (Sumut) lewat pengembangan Kuala Tanjung Port and Industrial Estate (PIE) yang terletak di Kabupaten Batubara, Sumut.

Kuala Tanjung PIE terdiri atas dua kawasan yang terintegrasi, yaitu kawasan pelabuhan yaitu Kuala Tanjung Multipurpose Terminal dan kawasan industri yaitu Kuala Tanjung Industrial Zone.

Letak strategis Kuala Tanjung PIE ini adalah modal utama pertumbuhan kinerja di kawasan ini. Kuala Tanjung PIE terletak di Pulau Sumatera dan berada di tengah jalur utama Selat Malaka.

Sebanyak 25 persen komoditas perdagangan dunia lewat dari selat ini. Kuala Tanjung PIE juga didukung hinterland yang kuat di 10 provinsi di Pulau Sumatera.

Pengembangan Kuala Tanjung PIE ditandai dengan telah beroperasinya kawasan pelabuhan Kuala Tanjung Multipurpose Terminal (KTMT) sejak 2019.


Pelabuhan dan Kawasan Industri Kuala Tanjung

KTMT direncanakan sebagai the Next Indonesia’s logistic dan supply chain hub. Pelabuhan ini didesain untuk mengakomodasi kapal-kapal berukuran besar dengan bobot 50.000 DWT (dead weight tonnage) serta berbagai jenis muatan, dari petikemas, curah cair, hingga kargo umum.

Sejak beroperasi tahun 2019 aktivitas bongkar muat di KTMT terus mengalami peningkatan. Tercatat sejak tahun 2019, bongkar muat petikemas melalui KTMT sebesar 23.937 Teus, curah cair 102.200 ton dan general kargo sebesar 16.970 ton.

Pada tahun 2020, trafik bongkar muat semakin meningkat, yaitu bongkar muat petikemas sebesar 54.011 Teus atau tumbuh 125 persen dibandingkan tahun 2020. Curah cair 366.103 ton atau tumbuh 258 persen, dan general cargo sebesar 63.832 ton atau tumbuh 276 persen.

“KTMT beroperasi dengan baik dan respons pasar pun positif dengan keberadaan KTMT. Peningkatan level of service ini akan terus dilakukan untuk memaksimalkan kinerja KTMT dan Pelindo 1 ke depannya,” Direktur Transformasi dan Pengembangan Bisnis Pelindo 1 Prasetyo, Kamis (18/2/2021).

KTMT memiliki panjang dermaga 500 x 60 meter, trestle 2,8 km, container yard seluas 14 hektare, dan kedalaman kolam pelabuhan -17 meter LWS. KTMT dilengkapi dengan alat bongkar muat antara lain 3 unit Ship to Shore (STS) Crane dan 8 unit Automated Rubber Tyred Gantry (ARTG) Crane, serta alat angkut 21 terminal traktor.

Terdapat juga 22 tangki timbun yang mampu melayani arus curah cair utamanya CPO hingga 1.000 ton per jam dengan 4 jaringan pipa yang dilengkapi dengan 8 pompa.

Selain itu Terminal KTMT juga memiliki konsep terminal ramah lingkungan. Sebagian besar peralatan bongkar muatnya menggunakan energi listrik. Seluruh operasional petikemas dan curah cair didukung dengan sistem TI yang terintegrasi Terminal Operating System (TOS).

Dengan berbagai fasilitas tersebut, pelabuhan yang dikelola PT Prima Multi Terminal, anak perusahaan Pelindo 1, memiliki kapasitas throughput petikemas hingga 600.000 TEUs dan tangki timbun CPO 100.000 metric ton per tahun.

Sementara itu, Kuala Tanjung Industrial Zone (KTIZ) dikembangkan di area seluas 3.400 Ha. Kawasan ini memiliki potensi segmen industri yang beragam, diantaranya aluminium, palm oil, iron & steel, rubber, petrochemical, produk makanan.

Kawasan ini juga akan diperkuat dengan tersedianya berbagai layanan pendukung seperti bunkering service, logistic service, dan warehousing, serta dilengkapi juga dengan penyediaan listrik, jaringan pipa gas, air bersih, pengelolaan limbah, dan jaringan utilitas lainnya.

Mewujudkan Integrasi Bisnis

Di dalam rencana Pengembangan Kuala Tanjung PIE, ada rencana pengembangan Kawasan Business & residential area. Pengembangan ini didukung oleh jalan tol Trans-Sumatera dan jaringan jalur kereta api yang langsung masuk ke dalam Kuala Tanjung PIE.

Kuala Tanjung PIE juga terintegrasi dan terhubung langsung dengan Kawasan Industri Sei Mangkei, yang merupakan kawasan industri yang terlebih dahulu ada di Sumatera Utara dan telah ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Selain itu, Kuala Tanjung PIE juga akan menerapkan konsep smart port and smart industrial area. Hal tersebut didukung dengan perencanaan implementasi IoT (Internet of Things) dan ICT (Information and Communication Technology) di kawasan tersebut. Nantinya kawasan ini akan menjadi Kawasan industri modern berskala International.

Hingga saat ini sudah ada beberapa perusahaan multinasional serta investor yang tertarik untuk berinvestasi di kawasan tersebut. Salah satunya, Pelindo 1 dengan Pertamina yang bekerjasama untuk mengembangkan dan membangun Terminal Energi.

Terminal energi ini terdiri dari Terminal BBM dan Terminal LNG, Pengembangan sarana dan fasilitas bunker penunjang bahan bakar minyak (BBM) guna memenuhi kebutuhan energi di Kawasan Industri ini.

“Dengan percepatan pengembangan Kuala Tanjung PIE dan dukungan dari Pemerintah, maka akan semakin banyak calon mitra strategis dan investor yang tertarik untuk berinvestasi. Hal tersebut tentunya akan mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi di Indonesia bagian barat, khususnya di wilayah Sumatera Utara,” tambah Prasteyo.

Adapun, Pelindo I menargetkan arus bongkar muat petikemas sebesar 1,57 juta TEUs, tumbuh 10 persen dibandingkan tahun 2020. Sementara bongkar muat kargo yang terdiri dari curah cair, curah kering dan general cargo diproyeksikan mencapai 30,2 juta ton meningkat 22 persen dibanding realisasi tahun sebelumnya yaitu sebesar 24,8 juta ton.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Ajijah
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper