Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kota Padang Targetkan 5 Juta Wisatawan, PAD Rp80 Miliar

Sektor pariwisata di Kota Padang, Sumatera Barat, menaruh harapan yang besar pada tahun ini. Setidaknya 5 juta wisatawan ditargetkan berkunjung ke Padang sepanjang 2021.
Noli Hendra (k56)
Noli Hendra (k56) - Bisnis.com 30 Januari 2021  |  20:44 WIB
Seorang petugas Kelenteng See Hien Kiong, di Kampung Pondok, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Sumatra Barat, tengah memantau kondisi kelenteng jelang Imlek 2572, Rabu (27/1/2021) kemarin.  - Bisnis/Noli Hendra\r\n
Seorang petugas Kelenteng See Hien Kiong, di Kampung Pondok, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Sumatra Barat, tengah memantau kondisi kelenteng jelang Imlek 2572, Rabu (27/1/2021) kemarin. - Bisnis/Noli Hendra\\r\\n

Bisnis.com, PADANG - Sektor pariwisata di Kota Padang, Sumatera Barat, menaruh harapan yang besar pada tahun ini. Setidaknya 5 juta wisatawan ditargetkan berkunjung ke Padang sepanjang 2021.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Padang Arfian mengatakan ada harapan sektor pariwisata akan menggeliat mengingat program vaksin Covid-19 telah dijalankan.

"Tahun ini kami menargetkan 5 juta wisatawan. Seiring dengan itu, kami telah menyiapkan sejumlah event pariwisata dari bulan ke bulan pada 2021," katanya, Jumat (29/1/2021).

Dia menyebutkan di Padang, even pariwisata telah disusun sejak Februari hingga Desember 2021. Namun semua even itu masih bersifat sementara karena masih melihat perkembangan situasi, terkait pandemi Covid-19.

Akan tetapi, ada dua even yang dipastikan batal diselenggarakan pada Februari 2021, yakni Festival Cap Go Meh dan Serak Gulo. Alasan dua even itu batal diselenggarakan, karena dipastikan kedua even itu bakal menyebabkan terjadinya kerumunan orang.

Arfian menjelaskan untuk Cap Go Meh yang menjadi rangkaian kegiatan pada momentum Imlek itu, biasanya ada ribuan orang yang akan menyaksikannya.

Kawasan Kampung Pondok yang menjadi tempat pemukiman warga Tionghoa di Padang itu menjadi tujuan wisatawan. Begitu juga untuk Serak Gulo, yang tak kalah ramai dikunjungi banyak wisatawan.

"Jadi untuk kegiatan yang sifatnya kerumunan, tidak bisa digelar dalam kondisi pandemi ini," tegasnya.

Menurutnya, pembatalan diselenggarakannya dua even fenomenal itu bukan datang dari Dinas Pariwisata Padang, tetapi memang kesadaran dari masyarakat.

Pembatalan Cap Go Meh itu atas dasar keinginan warga Tionghoa di Padang, dan Serak Gulo atas dasar masyarakat etnis India di Padang. "Saya mengapresiasi atas keinginan mereka itu. Karena memang akan sangat tidak baik bila menggelar kegiatan yang mengundang keramaian," ucapnya.

Arfian menyatakan kendati untuk even pada Februari itu dibatalkan, untuk even pada Maret, April, Mei, dan selanjutnya hingga Desember 2021 belum bisa dipastikan juga, apakah akan tetap digelar atau malah harus dibatalkan.

Kota Padang telah memiliki kalender even pariwisata 2021 namun realisasinya tetap melihat situasi dan kondisi, terutama terkait dengan kondisi pandemi.

"Jadi even-even yang telah kami siapkan pada 2021 tetap melihat situasi dulu. Tapi ada satu even yang kemungkinan besar akan diselenggarakan yakni Selaju Sampan, yang mana bertepatan pada momentum liburan Lebaran yakni pada Mei," ungkap Arfian.

Selain Selaju Sampan, Tour de Singkarak 2021 juga diperkirakan diselenggarakan juga, setelah pada even internasional itu urung digelar pada 2020 akibat pandemi Covid-19.

Target PAD Sektor Pariwisata

Dengan kesiapan even untuk mengundang 5 juta wisatawan untuk datang ke Padang pada 2021, Dispar Padang pun menargetkan dapat berdampak kepada pendapatan asli daerah (PAD) di sektor pariwisata.

Setidaknya, Dispar Padang menargetkan sektor pariwisata itu memberikan PAD sebesar Rp80 miliar-  Rp90 miliar pada 2021. Jumlah ini memang tidak sebesar target 2019 atau sebelum adanya pandemi Covid-19.

Arfian memaparkan PAD sektor pariwisata 2019 mencapai Rp105 miliar. Namun pada 2020, yang merupakan tahun pandemi, PAD sektor pariwisata di Padang hanya Rp60 miliar atau anjlok 50 persen apabila dibandingkan dengan capaian PAD 2019.

"Kalau untuk 2021, PAD Padang untuk sektor pariwisata di angka Rp80 miliar- Rp90 miliar dengan target kunjungan 5 juta wisatawan. Jumlah ini ditargetkan mengingat ada harapan pariwisata bakal membaik, seiring adanya program vaksinasi Covid-19," jelasnya.

Dia berharap target kunjungan wisatawan pada 2021 dapat terealisasi. Pada 2020, jumlah kunjungan wisatawan ke Padang sekitar 2,5 juta, dan pada tahun sebelumnya mencapai 5,6 juta wisatawan.

"Artinya selain penurunan jumlah wisatawan yang datang ke Padang ini beriringan dengan penurunan PAD di sektor pariwisata," sebutnya.

Dispar Padang juga akan terus mengembangkan infrastruktur pendukung pariwisata, serta mendorong masyarakat untuk menghadirkan destinasi wisata baru.

"Untuk menciptakan destinasi baru itu ada di masyarakat, karena mereka yang punya kawasan atau tempat. Kalau dari Dispar tentu mendukung bila ada destinasi baru di Padang ini, " ungkap dia.

Arfian melihat kawasan yang dapat dijadikan destinasi wisata yang baru itu, di antaranya kawasan alam di Sungai Bangek dan Lubuk Minturun. Keduanya berada di Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. (k56).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata kota padang
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top