Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Debat Pilkada Medan, Soal Isu Corona, Petahana Klaim Keberhasilan

Akhyar mengatakan penyebaran Covid-19 di Kota Medan relatif terkendali dilihat dari positivity rate dan tingkat kesembuhannya.
Cristine Evifania Manik
Cristine Evifania Manik - Bisnis.com 05 Desember 2020  |  20:14 WIB
Debat Pilkada Medan, Soal Isu Corona, Petahana Klaim Keberhasilan
Debat publik Pilkada Kota Medan putaran ketiga yang dilaksanakan secara daring dan luring, Sabtu (4/12 - 2020).
Bagikan

Bisnis.com, MEDAN - Calon Wali Kota Petahana Akhyar Nasution menyatakan Kota Medan memberi andil sekitar 50 persen dari total kasus positif Covid-19 di Sumut. Hingga Jumat (4/12/2020) jumlah penderita Covid-19 di Kota Medan yang masih dirawat berjumlah 987 orang.

Apabila djumlahkan, total pasien Covid di Kota Medan hingga Jumat (4/12/2020) adalah 721 orang dengan rincian pasien sembuh sebanyak 6.511 orang dan yang meninggal sebanyak 323 orang.

Akhyar mengatakan penyebaran Covid-19 di Kota Medan relatif terkendali dilihat dari positivity rate dan tingkat kesembuhannya.

“Dibanding nasional, sangat moderat dan rendah karena positivity di Kota Medan 20-30 (orang) per hari sementara tingkat kesembuhan 80 persen,” kata Akhyar dalam Debat Publik Pilkada Kota Medan Putaran Ketiga.

Menurutnya, dikeluarkannya Peraturan Wali Kota (Perwal) No.11 tahun 2020 tentang Karantina Kesehatan dalam Rangka Pencegahan Covid-19 di Kota Medan dan Perwal No.27 tahun 2020 tentang Pelaksanaan Adaptasi Kebiasaan Baru sukses menekan pertumbuhan Covid di Kota Medan.

Dia menambahkan, hal terpenting yang harus dilaksanakan saat ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat Kota Medan.

Sementara itu, Calon Wali Kota Nomor Urut 2 Bobby Nasution membantah pernyataan tersebut dengan menyatakan kinerja lab PCR di Kota Medan belum maksimal. Menurutnya, kepala daerah harus berperan aktif dalam upaya meningkatkan jumlah uji swab Covid-19 di Kota Medan.

“Kemampuan kepala daerah untuk menambah Lap BCR . Jangan berhari-hari nunggu (hasil test) kalau bisa dalam berapa jam keluar hasilnya,” kata Bobby dalam acara serupa, Sabtu (5/12/2020).

Mengenai pemulihan ekonomi nasional (PEN) pasca pandemik Covid-19, apabila terpilih menjadi Wali Kota Medan, pasangan Akhyar Nasution-Salman Al Farisi akan segera berkomunikasi dengan perguruan tinggi agar segera melakukan pembelajaran tatap muka.

Menurutnya, pembelajaran tatap muka adalah modal awal berputarnya roda ekonomi Kota Medan. “Kami akan berkomunikasi dengan rektor perguruan tinggi di Kota Medan agar memulai kembali pembelajaran tatap muka. Karena dengan pembelajaran tatap muka akan memutar roda ekonomi kembali dari semua sector,” kata Akhyar.

Lain lagi dengan Bobby Nasution-Aulia Rahman, pasangan ini akan melakukan refocusing anggaran dan mengalihkannya kepada pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Selain itu, mereka akan melakukan pelatihan pada seluruh UMKM di Kota Medan.

Menurutnya, saat ini data statistik mengenai jumlah UMKM yang belum dipebaharui menyulitkan pemerintah Daerah untuk memberikan bantuan sosial. Karena itu, fokus utama Bobby-Aulia adalah memperbaiki pendataan UMKM di Kota Medan, lalu mulai menyalurkan bantuan dan pelatihan.

“Terus terang Kota Medan dalam sistem pendataan saat ini kurang baik, berakibat bantuan-bantuan itu tidak tepat sasaran. Kita butuh kepastian untuk memulihkan perekonomian di satu titik yang tepat,” kata Aulia, Sabtu (5/12/2020).

Pasangan ini juga optimistis akan menciptakan start up di 151 Kelurahan di Kota Medan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

medan sumut
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top