Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Nilai Tukar Petani di Lampung Meningkat 1,17 Persen

NTP Lampung pada November 2020 untuk subsektor padi dan palawija tercatat 91,69, hortikultura 96,99, dan tanaman perkebunan rakyat 98,93.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 01 Desember 2020  |  21:26 WIB
Ilustrasi petani menampi gabah. - Antara
Ilustrasi petani menampi gabah. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Nilai tukar petani (NTP) di Provinsi Lampung meningkat 1,17 persen meskipun di sisi lain rata-rata harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani di daerah itu justru menurun 3,27 persen.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung pada Selasa (1/12/2020) mengungkapkan bahwa NTP Lampung pada November 2020 untuk subsektor padi dan palawija tercatat 91,69, hortikultura 96,99, dan tanaman perkebunan rakyat 98,93.

Sementara itu, NTP untuk subsektor peternakan 99,88, perikanan tangkap 102,33, dan perikanan budi daya 101,01, sedangkan NTP Provinsi Lampung tercatat sebesar 95,85.

Pada November 2020, beberapa komoditas mengalami kenaikan harga, antara lain pada komoditas subsektor tanaman pangan, hortikultura, perkebunan rakyat, peternakan, dan perikanan budi daya, seperti, beberapa tanaman pangan, serta beberapa jenis sayuran dan buah.

Kenaikan harga juga terjadi pada komditas kelapa, kakao, karet, kelapa sawit, beberapa jenis ternak dan unggas, serta beberapa jenis ikan budidaya.

Adapun untjuk subsektor perikanan tangkap mengalami penurunan harga, antara lain bawal, kembung, tenggiri, cumi, dan lainnya

Di sisi lain, BPS Lampung mengungkapkan bahwa rata-rata harga GKP di tingkat petani di provinsi tersebut justru menurun sebesar 3,27 persen.

Harga gabah tertinggi di tingkat petani mencapai Rp4.800 per kg pada gabah kualitas GKP dengan Varietas Ciherang dan Inpari 42 terdapat di Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu.

Harga tersebut lebih tinggi dari harga pembelian pemerintah (HPP) yaitu Rp4.200 per kg, sedangkan harga gabah terendah adalah Rp4.000 per kg pada gabah kualitas GKP dengan Varietas Muncul terdapat di Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan.

Di tingkat penggilingan, harga gabah tertinggi Rp4.900 per kg pada gabah kualitas GKP dengan Varietas Ciherang dan Inpari 42 terdapat di Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu.

Harga tersebut di atas HPP yaitu Rp4.250,00 per kg, sedangkan harga gabah terendah kelompok kualitas GKP yaitu Rp4.100 per kg dengan Varietas Ciherang dan Muncul terdapat di Kecamatan Palas dan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lampung nilai tukar petani harga gabah
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top