Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pengembangan Pariwisata Pekanbaru Perlu Diprioritaskan

Pembangunan pariwisata di Pekanbaru, Riau, dinilai perlu mendapatkan prioritas karena memberi efek ganda ke berbagai sektor ekonomi.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 31 Oktober 2020  |  23:26 WIB
Restoran terapung Quantung Cruise di Sungai Siak di Kota Pekanbaru, wisata kuliner Melayu yang cukup diminati./Antara - Frislidia
Restoran terapung Quantung Cruise di Sungai Siak di Kota Pekanbaru, wisata kuliner Melayu yang cukup diminati./Antara - Frislidia

Bisnis.com, PEKANBARU – Pemkot Pekanbaru, Provinsi Riau, diminta untuk menjadikan upaya pengembangan pariwisata menjadi skala prioritas karena mampu memberikan efek ganda bagi peningkatan ekonomi masyarakat.

Pengamat pariwisata Riau Dede Firmansyah mengutarakan efek ganda yang bakal muncul dari aktivitas wisata itu seperti menjamurnya pedagang kuliner, minuman, cendera mata, jasa parkir, pedagang baju, usaha jasa foto, pemandu wisata, pelatih berkuda, sewa costum, satpam dan lainnya.

“Sektor jasa otomatis merekrut banyak tenaga kerja," kata Dede di Pekanbaru pada Sabtu (31/10/2020).

Menurut Dede yang juga mantan Ketua Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Riau itu, dari beragam usaha diyakini sektor pariwisata memiliki potensi besar dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pada 2018 pariwisata memasok PAD Rp120 miliar untuik Pekanbaru.

Dengan besarnya PAD yang disumbangkan pariwisata, lanjutnya, Pemkot Pekanbaru perlu memprioritaskan dan mengoptimalkan beragam upaya pengembangan di sektor tersebut antara lain memacu kerja sama dengan swasta.

"Peran swasta dalam pengembangan destinasi baru ini sangatlah penting, ditambah lagi dengan rekam jejak pihak swasta lebih profesional dan piawai dalam menjalankan bisnis pariwisata. Kendati memang Pemkot Pekanbaru telah mengalokasikan anggaran khusus bagi pengembangan pariwisata itu," ujarnya.

Swasta juga dapat ambil bagian dalam pembangunan infrastruktur. Infrastruktur yang baik dan memadai akan memberi dampak positif bagi mobilitas.

Selain di bidang infrastruktur, lanjutnya, hendaknya swasta juga diberi kewenangan dalam pengelolaan dan manajemen wisata agar lebih profesional guna memberantas pungli, dan keberadaan swasta yang profesional diharapkan dapat memperbaiki manajemen dan menghilangkan pungli di objek wisata.

Swasta juga diyakini mampu menangani bidang transportasi, akomodasi, dan fasilitas penunjang wisata lainnya yang perlu pembenahan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan.

"Pihak swasta bukan hanya bermain sebagai investor dalam pembangunan infrastruktur, melainkan juga dapat bersama-sama mengelola dan mengatasi berbagai kekurangan dalam upaya membangun industri pariwisata," kata Dede.

Sejumlah objek wisata unggulan di Pekanbaru di antaranya Danau Buatan Khayangan, wisata religi Masjid Agung An-Nur dan Masjid Senapelan, wisata kuliner Sungai Siak, pusat perbelanjaan Pasar Bawah, Taman Wisata Alam Mayang, Desa Wisata Okura, Riau Fantasi, Rumah Singgah Tuan Kadi, dan Arboretum Universitas Riau.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata pekanbaru

Sumber : Antara

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top