Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Peneliti Paparkan Opsi Strategi Pemulihan Ekonomi Sumatra

Pemikiran kritis bagaimana mendorong pemulihan ekonomi mutlak dibutuhkan, terutama dalam menyongsong era kenormalan baru.
Cristine Evifania
Cristine Evifania - Bisnis.com 26 Oktober 2020  |  13:16 WIB
Sejumlah wisatawan berkunjung ke Istana Maimun di Kota Medan, Sumatera Utara, Sabtu (24/10/2020). Destinasi wisata cagar budaya peninggalan Kesultanan Deli yang dibangun pada tahun 1888 itu dibuka untuk publik saat pandemi Covid-19 ini dengan menerapkan protokol kesehatan khusus serta pembatasan jumlah pengunjung maksimal 50 orang di dalam ruangan dengan masa kunjungan 30 menit. - Antara/Aditya Pradana Putra
Sejumlah wisatawan berkunjung ke Istana Maimun di Kota Medan, Sumatera Utara, Sabtu (24/10/2020). Destinasi wisata cagar budaya peninggalan Kesultanan Deli yang dibangun pada tahun 1888 itu dibuka untuk publik saat pandemi Covid-19 ini dengan menerapkan protokol kesehatan khusus serta pembatasan jumlah pengunjung maksimal 50 orang di dalam ruangan dengan masa kunjungan 30 menit. - Antara/Aditya Pradana Putra

Bisnis.com, MEDAN - Bank Indonesia Sumatra Utara mengundang akademisi dan peneliti melakukan riset ilmiah rancangan strategi ekonomi untuk Sumatera, melalui Sumatra Economic Summit (1st Sumatranomics). Puncak acara diadakan secara daring melalui Zoom Meeting dan luring di Santika Premiere Dyandra Hotel & Convention, Senin (26/10/2020).

1st Sumatranomics ini merupakan kompetisi riset ilmiah pertama yang dilakukan Bank Indonesia Sumatera Utara. Kompetisi ini diinisiasi bersama Dewan Riset Daerah Sumatera Utara dengan tema Strategi Pertumbuhan Ekonomi Sumatera Untuk Mendukung Pemulihan dan Percepatan Pertumbuhan Perekonomian Indonesia dalam Era New Normal.

"Pemikiran kritis bagaimana mendorong pemulihan ekonomi mutlak dibutuhkan, terutama dalam menyongsong era kenormalan baru. Terkait hal ini, riset dan inovasi sejatinya menjadi modal utama untuk melakukan lompatan kemajuan, terlebih pada momen krisis," ungkap Wiwiek Sisto Widayat saat memberikan kata sambutan di puncak acara 1st Sumatranomics, Senin (26/10/2020).

Kegiatan penjaringan karya ilmiah ini dilangsungkan sejak bulan Juli 2020 hingga September 2020. Kompetisi dibagi atas dua kategori, yaitu General Paper dan Regional Economic Modelling Paper. Dari kategori tersebut, terdapat beberapa subtema yang mencakup pertumbuhan ekonomi, stabilitas sistem keuangan, kesejahteraan, fiskal dan sumber pertumbuhan ekonomi daerah.

Dari 89 karya ilmiah yang diterima Bank Indonesia Sumut, 15 paper di antaranya lolos sebagai finalis. Subtema yang cukup diminati peneliti adalah mengenai pengembangan UMKM, kemiskinan, dan pesantren cukup diminati. Selain itu, tema mengenai digitalisasi ekonomi, daya saing industri dan hilirisasi komoditas juga menjadi pilhan peserta.

Dari 15 besar finalis, hanya dua karya ilmiah dari yang berasal dari Sumut. Sisanya, didominasi finalis dari Pulau Jawa, yaitu 8 finalis.

Menanggapi hal tersebut, Wiwiek mengharapkan pada kegiatan berikutnya, kajian riset dapat bersal dari seluruh wilayah Indonesia secara merata.

"Kami berharap ajang ilmiah seperti ini nantinya dapat memacu keunggulan sumber daya yang lebih merata di seluruh Indonesia," katanya.

Karya ilmiah yang dikumpulkan para finalis dapat diakses bebas melalui www.sumatranomics.com. BI Sumut dan Dewan Riset Daerah Sumut berharap riset ini nantinya bisa menjadi dasar pengambilan kebijakan pemerintah dalam memperkuat ekonomi Sumatra.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumut pemulihan ekonomi
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top