Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tak Berkontribusi ke PAD, Sumsel Tutup Tambang Batu Bara Ilegal

Gubernur Sumsel Herman Deru menegaskan bahwa dirinya melarang semua aktivitas penambangan batu bara ilegal di provinsi tersebut.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 22 Oktober 2020  |  18:49 WIB
Gubernur Sumsel Herman Deru. Bisnis/Dinda Wulandari
Gubernur Sumsel Herman Deru. Bisnis/Dinda Wulandari

Bisnis.com, PALEMBANG - Gubernur Sumsel Herman Deru menegaskan bahwa dirinya melarang semua aktivitas penambangan batu bara ilegal di provinsi tersebut.

“Dari awal sudah dilarang dan ini sebetulnya masuk ke dalam kawasan PKP2B (Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara) yang pengawasannya masuk di Kementerian ESDM,” katanya, Kamis (22/10/2020).

Menurut dia, pemprov sudah tegas untuk menertibkan tambang batu bara ilegal. Bahkan pihaknya telah membentuk Satgas untuk penindakan pertambangan batu bara tanpa izin (PETI).

“Tapi kan memang perlu pengawasan yang tanpa henti, karena ini dilakukan sembunyi-sembunyi, namanya saja ilegal,” katanya.

Herman menilai maraknya tambang batu bara ilegal juga tidak terlepas dari kegunaan sumber daya alam ini untuk kebutuhan manusia. Mulai dari masak hingga pemenuhan energi. Sehingga, kata dia, banyak yang tertarik untuk menambang emas hitam tersebut, termasuk dengan cara ilegal alias tanpa izin.

Padahal, Lanjutnya, keberadaan PETI tentu saja tidak memberikan manfaat apapun kepada daerah lantaran tak adanya pungutan resmi yang bisa berkontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD).

“Tidak ada manfaatnya, tidak ada PNPB, PAD. Ini gelap, makanya kita perlu tegakkan disiplin untuk tidak menambang secara ilegal,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batu bara sumsel tambang ilegal
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top