Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Produksi Beras Riau Hanya Cukupi Kebutuhan 23,6 Persen Konsumsi

Produksi beras Riau pada 2019 baru bisa mencukupi sekitar 23,6 persen atau sebanyak 147.090 ton dari total konsumsi sebanyak 623.274 ton. Untuk menutupi kekurangan, sebagian besar dipasok dari provinsi tetangga seperti Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Eko Permadi
Eko Permadi - Bisnis.com 22 Oktober 2020  |  18:14 WIB
Kadis Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Riau Syahfalefi beri sambutan dalam penyerahan bantuan sarana produksi kepada kelompok tani di Kampus Universitas Riau, Kamis (22/10/2020).  - Bisnis/Eko Permadi
Kadis Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Riau Syahfalefi beri sambutan dalam penyerahan bantuan sarana produksi kepada kelompok tani di Kampus Universitas Riau, Kamis (22/10/2020). - Bisnis/Eko Permadi

Bisnis.com, PEKANBARU — Produksi beras Riau pada 2019 baru bisa mencukupi sekitar 23,6 persen atau sebanyak 147.090 ton dari total konsumsi sebanyak 623.274 ton. Untuk menutupi kekurangan, sebagian besar dipasok dari provinsi tetangga seperti Sumatra Utara dan Sumatra Barat.

Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Riau Syahfalefi mengatakan pemerintah mendorong peningkatan produksi beras mengingat jumlah penduduk Riau pada 2024 diproyeksi sebanyak 7,4 juta jiwa dengan kebutuhan beras mencapai 662.475 ton.

“Dari sisi defisit masih cukup tinggi dilihat dari produksi beras. Perlu upaya yang serius dan gerak cepat dari kita semua dalam penyediaan pangan,” kata Syahfalefi dalam sambutan kegiatan penyerahan bantuan kelompok tani oleh PT CPI, Kamis (22/10/2020).

Kadis menjelaskan pihaknya terutama Gubernur Riau mengajak para bupati/walikota serta berbagai komponen dan masyarakat melalui gerakan penyediaan pangan daerah untuk menjamin ketersediaan bahan pangan.

Akibat dampak pandemi Covid-19, ancaman krisis pangan kian nyata. Hampir seluruh bahan pangan di Riau disuplai oleh daerah tetangga.

Pemerintah daerah buat terobosan untuk meningkatkan produksi padi dengan target capai 50 persen dari kebutuhan konsumsi pada 2024. Luas baku sawah saat ini seluas 62.689 hektare dan baru sekitar 23 persen atau 14.321 hektare yang sudah ditanami dua kali setahun. Sementara sisanya 48.369 hektare berpotensi untuk ditanami padi dua kali setahun sampai 2024. Selain itu, perlu perbaikan irigasi dan peningkatan infrastruktur lahan dan air.

Syahfalefi jabarkan laporan Badan Pusat Statistik bersama Kementerian Pertanian produksi padi pada 2020 ini akan meningkat sekitar 14,28 persen dari tahun 2019. Sebanyak 269.344 ton gabah kering giling, namun untuk masa panen Oktober-November 2020 ini perlu antisipasi dampak dari anomali iklim La Nina.

Saat ini, pemerintah daerah juga usulkan food estate di dua titik yaitu Rokan Hilir seluas 42.000 hektare dan Bengkalis 20.000 hektare ke pemerintah pusat untuk dikembangkan berbagai tanaman pangan.(K42)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

riau
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top