Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dua Pekan Harga TBS Kelapa Sawit Riau Turun

Harga TBS turun seiring sentimen negatif yang belakangan mendera CPO adalah adanya aksi boikot dari Amerika Serikat.
Eko Permadi
Eko Permadi - Bisnis.com 06 Oktober 2020  |  13:26 WIB
Ilustrasi. - Antara/Muhammad Bagus Khoirunas
Ilustrasi. - Antara/Muhammad Bagus Khoirunas

Bisnis.com, PEKANBARU – Setelah pekan lalu harga Tanda Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit Riau turun, penetapan pembelian TBS petani untuk periode 7 sampai 13 Oktober 2020 kembali turun 3,23 persen menjadi Rp1.982,21 per kilogram.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau Zulfadli melalui Kabid Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan (PPHP) Defris Hatmaja mengatakan penurunan harga TBS ini karena terjadinya penurunan harga jual CPO dan kernel dari beberapa perusahaan yang menjadi sumber data.

“Alasan lain membuat harga TBS turun yaitu sentimen negatif yang belakangan mendera CPO adalah adanya aksi boikot dari Amerika Serikat,” kata Defris, Selasa (6/10/2020).

Harga jual CPO saat ini sebesar Rp9.057.99 dimana PTPN V mengalami penurunan harga sebesar Rp227,00/kg dari minggu lalu, Sinar Mas Group mengalami penurunan Rp355,00/Kg, PT. Astra Agro penurunan sebesar Rp. 4,00/kg, PT. Asian Agri Group penurunan sebesar Rp 304,01/Kg, PT.Citra Riau Sarana penurunan harga sebesar Rp. 320,20/Kg dari harga minggu lalu.

Sedangkan untuk harga jual kernel saat ini sebesar Rp. 4.757.23 dengan PT. Astra Agro mengalami penurunan harga sebesar Rp. 12,73/Kg dari minggu lalu, PT Asian Agri Group penurunan Rp 45,00/Kg dan PT. Citra Riau Sarana mengalami penurunan harga Rp 112,00/Kg dari minggu lalu.

Defris melanjutkan untuk tahun 2020, Malaysian Palm Oil Council (MPOC) memproyeksi total output minyak sawit Malaysia akan berada di angka 19,5 -19,6 juta ton.

Sementara itu, proyeksi asosiasi produsen nabati India (IVPA) memperkirakan output Malaysia turun 3 persen dibanding tahun lalu menjadi 19,2 juta ton, sementara output Indonesia naik 3 persen menjadi 46,5 juta ton.

Alasan lain membuat harga TBS turun yaitu sentimen negatif yang belakangan mendera CPO adalah adanya aksi boikot dari Amerika Serikat. Paman Sam dikabarkan memblokir impor minyak sawit dan turunannya dari FGV Holding Bhd Malaysia yang merupakan salah satu perusahaan produsen terbesar di dunia.

Defris menjelaskan berita ditulis Bloomberg, pengiriman dari perusahaan dan anak perusahaan ditahan di semua pelabuhan masuk AS. Ini diutarakan Departemen Perlindungan Bea dan Perbatasan AS, Rabu (30/9/2020) waktu setempat.

Pemblokiran tersebut tentu saja menjadi sentimen negatif yang mengerek harga turun lantaran kran ekspor Negeri Jiran berpotensi tak mengucur deras seperti sebelumnya.

Berikut harga TBS menurut usia pohon kelapa sawit diantaranya umur tiga tahun sebesar Rp1.459.69, umur tiga tahun Rp1.582.06, umur tiga tahun Rp1.730.05, umur 6 tahun Rp 1771.75, umur 7 tahun Rp 1.840.87, umur 8 tahun Rp 1.891.82, umur 9 tahun Rp 1.936.59, umur 10 sampai 20 tahun Rp 1.982.21, umur 21 tahun Rp 1.897.46, umur 22 tahun Rp 1.887.86, umur 23 tahun 1.879.87, umur 24 tahun Rp 1.799.91, umur 25 tahun Rp 1.755.94.(K42)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sawit
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top