Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kaum Milenial Palembang Banyak Langgar Protokol Covid-19

Pemerintah Kota Palembang mencatat telah menjaring sebanyak 222 orang pelanggar protokol kesehatan yang mayoritas didominasi kalangan milenial.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 01 Oktober 2020  |  05:38 WIB
Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda melakukan sidak di Pasar Sekip Palembang untuk mengecek protokol kesehatan di lingkungan pasar tradisional. - Bisnis/Dinda Wulandari
Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda melakukan sidak di Pasar Sekip Palembang untuk mengecek protokol kesehatan di lingkungan pasar tradisional. - Bisnis/Dinda Wulandari

Bisnis.com, PALEMBANG - Pemerintah Kota Palembang mencatat telah menjaring sebanyak 222 orang pelanggar protokol kesehatan  yang mayoritas didominasi kalangan milenial.

Budi Norma, Kepala Bidang Penegakan Peraturan Perundang-undangan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Palembang, mengatakan pihaknya menindak warga yang tidak menerapkan protokol kesehatan di sejumlah pusat keramaian.

“Rata-rata pelanggar adalah kaum milenial, laki-laki dengan rentang usia 20-35 tahun. Kami menemukan mereka di pasar, tempat usaha dan kantor instansi pemerintahan,” ujarnya, Rabu (30/9/2020).

Budi menjelaskan para pelanggar tersebut diberikan sanksi langsung, sesuai Perwali Palembang Nomor 27 tahun 2020. Menurutnya,  mereka memilih untuk kerja sosial ketimbang membayar denda. 

“Untuk denda kami hanya berhasil menghimpun Rp2,5 juta dari sanksi denda pelanggar protokol kesehatan karena mereka memilih kerja sosial,” katanya.

Budi menjelaskan, sanksi diputuskan oleh hakim saat sidang yustisi, namun para pelanggar dapat memilih sendiri jenis sanksi sesuai kemampuanya dengan tetap menimbulkan efek jera. 

Dia menjelaskan, para pelanggar ditindak karena tidak membawa masker saat beraktivitas dengan alasan lupa, sedangkan warga yang membawa masker namun tidak digunakan mendapat teguran keras dari petugas. 

“Perwali nomor 27 tahun 2020 ini memang sifatnya mengedukasi masyarakat, bukan memberikan sanksi saja,” ujarnya.

Bahkan para petugas sudah diingatkan agar tidak memberikan sanksi fisik maupun sanksi yang dapat membuat para pelanggar malu, sanksi harus sesuai dengan mekanisme dalam Perwali tersebut. 

Ia menambahkan, tim gabungan juga telah memberikan teguran tertulis ke beberapa tempat usaha yang tidak mematuhi protokol kesehatan, jika pelanggaran masih dilakukan maka Satpol PP akan mengajukan agar tempat usaha tersebut dicabut izinnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

palembang covid-19
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top