Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Karyawan Terpapar Covid-19, Operasional Perusahaan di Batam Diminta Berhenti

Sekitar 700 karyawan dilakukan rapid test setiap harinya. 
Bobi Bani
Bobi Bani - Bisnis.com 22 September 2020  |  16:26 WIB
Ilustrasi kawasan industri di Batam. - Ist
Ilustrasi kawasan industri di Batam. - Ist

Bisnis.com, BATAM-Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam meminta PT Infineon Technologies menghentikan sementara operasional usahanya. Penghentian ini karena sejumlah karyawan di perusahaan yang terletak di Kawasan Industri Batamindo, Muka Kuning, Batam itu terpapar Covid-19.

Ketua Bidang Kesehatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam, Didi Kusmarjadi menuturkan, ada sebanyak 63 orang karyawan PT Infineon yang terpapar Covid-19 berdasarkan data yang dikeluarkan timnya pada Selasa (22/9/2020). Jumlah tersebut mendominasi kasus positif Covid-19 Kota Batam pada hari ini sebanyak 67 orang, dengan perincian 42 laki-laki dan 25 perempuan.

“Ketua tim (Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam, Muhammad Rudi) sudah setuju dengan rencana penutupan sementara itu,” kata Didi menjelaskan.

Saat ini, surat rekomendasi penutupan PT Infineon tengah disiapkan oleh Asisten 1 bidang Administrasi Pemerintahan, Yusfa Hendri. Surat rekomendasi itu akan diserahkan ke Ketua Tim Gugus Tugas yang dijabat Wali Kota Batam, Muhammad Rudi untuk tandatangani.

Penutupan sendiri, diajukan untuk jangka waktu selama 14 hari ke depan. Selama itu kawasan perusahaan elektronik tersebut akan disterilisasi. Petugas akan menyemprotkan desinfektan untuk memastikan tidak ada virus. 

Selain PT Infineon, hal serupa juga akan dilakukan pada PT Philips yang terdata ada 67 orang terpapar Covid-19, Walaupun data resmi dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penganan Covid-19 belum dikeluarkan."Sore atau malam nanti akan dikeluarkan rilisnya lagi," kata Didi lagi.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, Rudi Sakyakirti, mengatakan pihaknya masih mencari solusi terbaik agar produksi di kedua perusahaan yang terpapar Covid-19 tidak terganggu. Pihaknya masih melakukan koordinasi terkait langkah-langkah yang akan diambil, termasuk rekomendasi dari Tim Gugus Tugas untuk melakukan penutupan sementara.

Rudi menjelaskan, saat ini perusahaan terkait sudah melakukan tindakan pencegahan dengan melaksanakan uji rapid dan swab kepada karyawan. Sebanyak sekitar 700 karyawan dilakukan rapid test setiap harinya. 

“Mereka berupaya mengendalikan virus ini di sana,” kata Rudi.

Selain itu, manajemen kedua perusahaan juga mengambil langkah dengan memberlakukan Work From Home bagi karyawan yang bertugas di bagian office. 

‘Untuk saat ini PT Infineon sudah meminta semua karyawan mereka yang bekerja di bagian office untuk bekerja dari rumah atau WFH. Karena penularannya dari office. Jadi untuk memutus mata rantai penyebaran perusahaan sudah rumahkan karyawan untuk kerja," kata Rudi lagi. 

Rudi melanjutkan, jumlah karyawan di PT Philips DAN PT Infineon total ada sebanyak  4.400 orang. Dengan perincian 3.300 karyawan PT Philips dan Infineon sekitar 1.000 karyawan. Jika nantinya kebijakan penutupan sementara diberlakukan, perusahaan akan menghentikan semua produksi. Pihaknya berharap ada solusi lain yang bisa dijalankan, salah satunya dengan mekanismme membatasi jumlah karyawan yang masuk.(K41)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batam Virus Corona
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top