Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tak Terganggu Covid-19, Agri Sumba Genjot Produksi Pupuk NPK

PT Agri Sumba Mas mampu memproduksi Pupuk NPK Compound dengan kapasitas mencapai 180.000 metric ton per year (MTPY) dalam situasi pandemi Covid-19.
Noli Hendra
Noli Hendra - Bisnis.com 16 September 2020  |  13:48 WIB
Ilustrasi: petani menebar pupuk
Ilustrasi: petani menebar pupuk

Bisnis.com, PADANG - PT Agri Sumba Mas mampu memproduksi Pupuk NPK Compound dengan kapasitas mencapai 180.000 metric ton per year (MTPY) dalam situasi pandemi Covid-19.

"Sampai sekarang kita tetap produksi pupuk dan didistribusikan untuk wilayah Jambi dan Riau," kata Plant Manager PT Agri Sumba Mas Irwansyah Amri di Padang, Rabu (16/9/2020).

PT Agri Sumba Mas merupakan salah satu produsen Pupuk NPK Compound terbesar di Kota Padang, Sumatra Barat, yang berada di Jalan Bypass Teluk Bayur, Kelurahan Batung Taba, Kecamatan Lubuk Begalung.

Irwansyah menyebutkan PT Agri Sumba Mas merupakan produsen Pupuk NPK yang menghasilkan produk-produk pupuk berbasis riset sehingga mampu menghasilkan produk dengan formula khusus untuk wilayah tertentu.

"Jadi riset itu sesuai dengan sifat tanah, kebutuhan tanaman, rekomendasi para ahli dan permintaan konsumen," ujar dia.

Irwansyah mengaku hal yang dikhawatirkan adalah bila pemerintah menerapkan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Karena meski kebijakan tersebut satu sisi sangat positif untuk memutus rantai Covid-19, namun di sisi lain juga sangat buruk bagi usaha perdagangan.

"Kita di Padang ini mendapat dukungan dan respon yang baik dari Pemkot Padang juga. Tapi kalau melihat pandemi ini memang sebuah hal cukup mengganggu usaha perdagangan," ucap Irwansyah.

Wali Kota Padang Mahyeldi mengatakan dari beberapa komunikasi yang dilakukannya kepada sejumlah investor yang ada di Padang ini, terutama untuk investasi sektor perdagangan masih berjalan lancar, aman dan terkendali pada masa pandemi Covid-19.

Mahyeldi berharap PT Agri Sumba Mas agar selalu menjaga konsistensi dan nilai produk yang dihasilkan, sehingga bisa meningkatkan daya saing sekaligus daya jual di tanah air.

"Kami akan selalu mensupport dan memastikan rasa aman berinvestasi di Kota Padang," ungkap dia.

Meski dari usaha masih berjalan, Mahyeldi juga menghimbau kepada pihak perusahaan tetap menjalankan protokol kesehatan agar tidak terjadi klaster Covid-19 di kawasan perusahaan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pupuk sumbar
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top