Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Puluhan Perawat di Sumsel Terpapar Covid-19, Dua Meninggal Dunia

Persatuan Perawat Nasional Indonesia atau PPNI Sumatra Selatan melaporkan puluhan perawat terkonfirmasi positif Covid-19 itu tersebar di 17 kabupaten dan kota.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 28 Agustus 2020  |  16:59 WIB
Ilustrasi - Petugas medis memeriksa kesiapan alat di ruang ICU Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Presiden Joko Widodo yang telah melakukan peninjauan tempat ini memastikan bahwa rumah sakit darurat ini siap digunakan untuk karantina dan perawatan pasien Covid-19. Wisma Atlet ini memiliki kapasitas 24 ribu orang, sedangkan saat ini sudah disiapkan untuk tiga ribu pasien. - Antara
Ilustrasi - Petugas medis memeriksa kesiapan alat di ruang ICU Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Presiden Joko Widodo yang telah melakukan peninjauan tempat ini memastikan bahwa rumah sakit darurat ini siap digunakan untuk karantina dan perawatan pasien Covid-19. Wisma Atlet ini memiliki kapasitas 24 ribu orang, sedangkan saat ini sudah disiapkan untuk tiga ribu pasien. - Antara

Bisnis.com, PALEMBANG – Persatuan Perawat Nasional Indonesia atau PPNI Sumatra Selatan melaporkan terdapat total 82 perawat di provinsi itu yang positif terpapar Covid-19. Dua di antaranya sudah meninggal dunia.

Ketua DWP PPNI Sumsel, Subhan, mengatakan puluhan perawat di Sumsel yang terkonfirmasi positif Covid-19 tersebar di 17 kabupaten dan kota.

“Kami merasa kehilangan, baru-baru ini ada dua perawat meninggal karena Covid-19, yakni di Kabupaten Ogan Ilir dan Kota Palembang,” katanya, Jumat (28/8/2020).

Subhan menambahkan sebanyak 53 perawat di Sumsel juga ada yang tercatat sebagai pasien dalam pengawasan (PDP), sementara yang kontak erat atau orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 93 orang. Kemudian yang tanpa gejala atau probable sebanyak 20 orang.

Dia  menjelaskan, dalam kondisi pandemi Covid-19, seharusnya perawat mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Pasalnya profesi itu merupakan bagian dari garda terdepan dalam melakukan pelayanan.

Apalagi bagi mereka yang bekerja di puskesmas dan bukan di rumah sakit.

“Meskipun pasien yang dirawat hanya suspek atau PDP ringan yang artinya berobat jalan, tetap protokol kesehatan wajib diprioritaskan,” jelasnya.

Sementara itu, Humas Rumah Sakit Umum Pusat Mohammad Hoesin (RSUPMH) Palembang, Suhaimi, menambahkan, perawat yang meninggal dunia akibat terpapar Covid-19 itu sempat dirawat di ruang isolasi selama 10 hari.

“Dia merupakan perawat senior berusia 55 tahun yang meninggal 24 Agustus 2020 setelah perawatan di ruang Covid-19. Karirnya sebagai perawat sudah 26 tahun,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumsel Virus Corona covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top