Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Covid-19 Payakumbuh, Semua Guru SMA Tidak Boleh ke Sekolah

Para guru SMA dan sederajat dilarang datang ke sekolah hingga hasil tes usap mereka diketahui.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 25 Agustus 2020  |  05:35 WIB
Ilustrasi - Antara/Khalis
Ilustrasi - Antara/Khalis

Bisnis.com, PAYAKUMBUH - Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, para guru SMA dan sederajat di Payakumbuh tidak diizinkan datang ke sekolah. Mereka harus menunggu hasil tes usap atau swab test dan untuk sementara tinggal di rumah.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Asricun, di Payakumbuh, Senin (24/8.2020) mengatakan sampai dengan hasil tes usap keluar untuk keseluruhan, guru tidak boleh datang ke sekolah.

"Nanti kalau hasil keseluruhannya sudah keluar dan dinyatakan negatif, nanti akan dibuatkan juga kebijakan barunya," ujarnya.

Ia menambahkan beberapa waktu setelah kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berakhir, seluruh guru sudah dibolehkan untuk datang ke sekolah.

"Jadi guru-guru kemarin itu memang sudah ke sekolah, untuk mengajar melalui jarak jauh. Ini karena di Sumbar tidak PSBB lagi," sebutnya.

Namun, sambungnya jumlah guru yang ke sekolah juga diatur dan dibatasi, khususnya untuk SMK 2 Payakumbuh yang gurunya hampir mencapai 200 orang.

"Ini juga berlaku untuk daerah lainnya yang menjadi tanggung jawab saya, yakni Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Limapuluh Kota," ujar dia.

Dikatakan untuk wilayah IV, jumlah guru SMA sederajat yang positif Covid-19 berjumlah kurang lebih 10 orang yang berasal dari Kota Payakumbuh dan Kabupaten Tanah Datar.

"SMA 3 Payakumbuh, SMK 1 Payakumbuh dua orang, SMA Muchtar, SMA 4, SMA 1 Bukit Barisan dan SMA 1 Batusangkar, 1 orang," katanya.

Ia menyebutkan Senin sampai dengan Selasa masih ada guru-guru di Payakumbuh yang melakukan tes usap. Untuk guru di Kabupaten Limapuluh Kota, pihaknya masih berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi untuk dapat memfasilitasi tes usap.

Selanjutnya, Asricun menyebutkan sampai dengan waktu yang belum ditentukan pembelajaran masih dilakukan dengan jarak jauh.

"Sesuai dengan koordinasi kami dengan Pemkot Payakumbuh, pembelajaran tetap dilaksanakan dari jarak jauh," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumbar covid-19

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top