Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pelabuhan Tanjung Tapa Diyakini Dongkrak PAD Kabupaten OKI

Peluang peningkatan PAD ini merupakan buah dari investasi yang berhasil didatangkan pemerintah kabupaten.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 22 Juli 2020  |  16:06 WIB
Pelabuhan Tanjung Tapa yang digunakan untuk ekspor bubur kertas dan tisu milik PT OKI Pulp & Paper. - Istimewa
Pelabuhan Tanjung Tapa yang digunakan untuk ekspor bubur kertas dan tisu milik PT OKI Pulp & Paper. - Istimewa

Bisnis.com, PALEMBANG – Pendapatan asli daerah Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatra Selatan, diyakini bakal terdongkrak seiring telah beroperasinya Pelabuhan Tanjung Tapa yang merupakan pelabuhan ekspor produk olahan bubur kertas milik Sinar Mas Grup.

Bupati Ogan Komering Ilir Iskandar mengatakan bahwa bubur kertas dan tisu merupakan komoditas ekspor andalan daerahnya yang diproduksi oleh PT OKI Pulp & Paper, perusahaan di bawah bendera Sinar Mas.

“Dengan dioperasionalkannya pelabuhan ini, artinya jalur logistik dari OKI Pulp & Paper semakin lancar sehingga volume ekspor dipastikan akan terus bertambah pada masa datang,” katanya, Rabu (22/7/2020).

Iskandar mengatakan bahwa peluang peningkatan PAD ini merupakan buah dari investasi yang berhasil didatangkan pemerintah kabupaten.

Dampak positif dari investasi ini diharapkan dapat mengalir ke seluruh sektor kehidupan masyarakat OKI, mulai dari penyerapan tenaga kerja, peningkatan PAD, dan kesejahteraan rakyat.

PT OKI Pulp & Paper membangun terminal khusus internasional (Tersus) untuk kebutuhan ekspor produk olahan bubur kertas. 

Dermaga modern tersebut terletak di Desa Simpang Tiga Jaya, yang resmi mendapatkan izin operasi dari Kementerian Perhubungan pada Juli 2020.

Public Affair PT OKI Pulp & Paper Gadang Harto Hartawan mengatakan bahwa adanya pelabuhan ini semakin menyempurnakan bisnis perkebunan hutan ranam industri (HTI).

Sebelumnya, perusahaan telah membangun pabrik pengolahan bubur kertas yang persis berada satu kawasan dengan perkebunan HTI.

“Ini menjadi strategi bisnis kami sehingga perusahaan bisa menjajal pasar ekspor. Saat ini kami tinggal menunggu kedatangan alat bongkar muat crane dari Pelabuhan Boom Baru,” kata dia.

Menurutnya, perusahaan bersedia mengeluarkan investasi hingga Rp2,91 trilun itu tak lain untuk memuluskan ekspor produk tisu ke berbagai negara.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pelabuhan ogan komering ilir
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top