Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Anggaran Tersedot Covid-19, Perbaikan Jalan di Palembang Tertunda

Sebanyak 50 paket pengerjaan perbaikan jalan di Kota Palembang terancam tertunda lantaran anggaran dari Pemerintah Kota Palembang yang dialihkan untuk penanganan Covid-19.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 02 Juli 2020  |  16:15 WIB
Walikota Palembang Harnojoyo (tengah) bersama Kepala Dinas PUPR Ahmad Bastari (ketiga dari kanan) meninjau perbaikan jalan yang merupakan program CSR PT Bukit Asam (Persero) Tbk. bisnis/dinda wulandari
Walikota Palembang Harnojoyo (tengah) bersama Kepala Dinas PUPR Ahmad Bastari (ketiga dari kanan) meninjau perbaikan jalan yang merupakan program CSR PT Bukit Asam (Persero) Tbk. bisnis/dinda wulandari

Bisnis.com, PALEMBANG - Sebanyak 50 paket pengerjaan perbaikan jalan di Kota Palembang terancam tertunda lantaran anggaran dari Pemerintah Kota Palembang yang dialihkan untuk penanganan Covid-19.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palembang, Ahmad Bastari, mengatakan sebelum pandemi Covid-19, pihaknya mendapat alokasi dana sekitar Rp120 miliar - Rp150 miliar untuk penanganan jalan dari APBD Palembang 2020.

“Namun karena Covid-19, posisi anggaran jadi 0 [kosong], semua dinas seperti itu. PAD [pendapatan asli daerah] juga lagi susah,” katanya, Kamis (2/7/2020).

Bastari mengatakan 50 paket tersebut dapat saja dibatalkan meskipun sudah kontrak jika kurangnya anggaran untuk pengerjaannya. 

“Walaupun sudah dikontrak bisa saja batal karena ini kondisi [pandemi] secara nasional, bukan kesalahan. Belum tentu bisa jalan,” katanya.

Bastari mengatakan pihaknya pun telah mengajukan dukungan dana ke pemerintah provinsi hingga ke pusat agar perbaikan infrastruktur di Palembang bisa berjalan. Di mana saat ini kemantapan jalan di kota itu baru mencapai 85 persen.

Menurut dia, ada beberapa perbaikan jalan yang akhirnya mendapat dana dari pusat, melalui dana alokasi khusus (DAK). Contohnya, Jalan Sukabangun II dan Jalan Keramasan. 

“Ini karena pemkot harus merefocussing anggaran, jadi minta ke provinsi dan pusat, bisa. 

Cuma memang menunggu persetujuan dahulu, jadi progressnya lebih lambat,” katanya.

Sementara itu, Walikota Palembang Harnojoyo mengatakan PAD Kota Palembang turun drastis karena dampak pandemi.

“Capaiannya mungkin yang kita peroleh hanya 30 persen, tanpa bantuan semua pihak akan jadi kendala kita untuk mencapai infrastruktur yang optimal,” katanya.

Oleh karena itu, Harnojoyo melanjutkan, pihaknya meminta dukungan semua pihak, termasuk swasta melalui program CSR untuk perbaikan infrastruktur di kota itu.

Menurut dia, sudah ada BUMN yang merealisasikan program CSR berupa perbaikan jalan di 3 ruas sepanjang 1,8 kilometer senilai total Rp2,3 miliar.

“Baru tahun ini kami memanfaatkan dana CSR untuk pembangunan jalan, kami harus melibatkan pihak lain karena sekarang tidak bisa hanya mengandalkan APBD,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

palembang covid-19
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top