Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tingkatkan PAD, Pemkot Pekanbaru Luncurkan Aplikasi Smart PBB

Aplikasi Smart PBB ini diharapkan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tengah pandemi Covid-19, mengingat kondisi perekonomian di ibukota Provinsi Riau sudah tertekan sejak awal tahun.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 25 Juni 2020  |  17:15 WIB
Wali Kota Pekanbaru Firdaus
Wali Kota Pekanbaru Firdaus

Bisnis.com, PEKANBARU – Guna memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk membayar pajak secara daring, Pemerintah Kota Pekanbaru resmi meluncurkan aplikasi Smart PBB, yaitu aplikasi pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Aplikasi Smart PBB ini juga diharapkan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tengah pandemi Covid-19.

Firdaus, Wali Kota Pekanbaru, menyampaikan kondisi perekonomian di ibukota Provinsi Riau sudah tertekan sejak awal tahun khususnya pada kuartal II/2020 akibat pandemi Covid-19. Pada kuartal III/2020, diperkirakan dampak Covid-19 akan meluas ke lingkup sosial.

“Kita masih ada ancaman Covid-19. Maka kita gerakkan masyarakat yang produktif aman Covid-19. Ada 11 jenis pajak yang ditentukan oleh PBB yang berpotensi besar. Maka Smart PBB ini diharapkan bisa mengoptimalkan pembayaran dan pendataan PBB,” kata Firdaus lewat keterangan resmi, Kamis (25/6/2020).

Firdaus mengatakan bakal ada peningkatan orang miskin di Pekanbaru menjadi 40% dari sebelumnya 27% dari jumlah masyarakat. Itu sebabnya, Pemkot Pekanbaru menilai perlunya ada relaksasi bidang ekonomi supaya penerimaan daerah tetap optimal.

Sejauh ini, potensi penerimaan pajak dari PBB disebut baru tergarap sebesar 25%. Firdaus menunjukkan bahwa kontribusi PBB sebenarnya berpotensi mencapai Rp1 triliun terhadap PAD.

Zulhelmi Arifin, Kepala Badan Pendapatan Daerah Pekanbaru, mengatakan dalam aplikasi Smart PBB nantinya masyarakat dapat langsung mengunggah persyaratan PBB seperti KTP, fotokopi surat tanah atau Surat Keterangan Ganti Rugi (SKGR) atau sertifikat secara langsung.

Nantinya pembayaran PBB dapat dilakukan melalui platform e-commerce seperti BukaLapak, Tokopedia, atau LinkAja. "Setelah dibayar nanti kita kirimkan barcode maupun bukti bayar atau SPT PBB-nya, kita kirimkan melalui email. Dia mendaftar memakai email, nanti ada username dan password," jelasnya.

Selain itu, dalam aplikasi Smart PBB juga akan disediakan peta yang memperlihatkan status pembayaran pajak atas tanah dan bangunan

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pekanbaru covid-19
Editor : Nurbaiti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top