Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Peralihan Blok Rokan Berlanjut, Pertamina Disebut Cari Sumur Baru

Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Riau memastikan proses peralihan pengelolaan ladang minyak Blok Rokan antara PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) dan PT Pertamina (Persero) masih berlanjut. Untuk menjaga stabilitas produksi minyak saat ini, beberapa sumur baru pun akan ditambah.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 29 Mei 2020  |  16:03 WIB
Fasilitas produksi Blok Rokan yang dikelola PT Chevron Pacific Indonesia, Minas, Riau.Dok: SKK Migas
Fasilitas produksi Blok Rokan yang dikelola PT Chevron Pacific Indonesia, Minas, Riau.Dok: SKK Migas

Bisnis.com, PEKANBARU - Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Riau memastikan proses peralihan pengelolaan ladang minyak Blok Rokan antara PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) dan PT Pertamina (Persero) masih berlanjut. Untuk menjaga stabilitas produksi minyak saat ini, beberapa sumur baru pun akan ditambah.

Kepala Dinas ESDM Riau Indra Agus Lukman mengatakan proses peralihan pengelolaan ladang minyak dari PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) ke PT Pertamina masih berlangsung.

"Proses peralihan masih terus berlanjut, kan lampu merahnya itu ketika sudah beralih penuh ke Pertamina. Sekarang teman-teman Pertamina tidak bisa banyak berbuat apa-apa. Biar jangan stagnasi saat ini, ada SKK Migas yang mewadahi agar beberapa hal bisa dilakukan oleh Pertamina,” kata Indra, dalam keterangan resminya Jumat (29/5/2020).

Indra menambahkan bahwa SKK MIgas berperan untuk mengatur jalannya transisi antara kedua perusahaan sembari menjaga stabilitas produksi. 

Untuk itu, Pertamina disebut telah melakukan survei untuk pengeboran sumur baru selain dengan mengoptimalkan sumber daya yang sudah ada.

"Kawan-kawan Pertamina kemarin juga sudah melakukan survei dan pengeboran, sehingga begitu peralihan pada bulan Agustus 2021 nanti, produksi tetap normal,” jelas Indra.

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) menyatakan akan melakukan pengeboran 44 sumur di blok Rokan pada Agustus 2021 atau saat perseroan resmi mengelola blok legendaris tersebut.

Dengan begitu, dipastikan dalam masa transisi blok Rokan, Pertamina tidak melakukan pengeboran. Risiko penurunan produksi masih menjadi tantangan.

VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan salah satu upaya yang dilakukan yakni dengan merencanakan pengeboran 44 sumur baru di tahun 2021.

“Pertamina melalui PT Pertamina Hulu Rokan [PHR] akan melakukan pengeboran 44 sumur di tahun 2021,” ujarnya dalam siaran pers, Selasa (21/4/2020)

Saat ini, Pertamina sedang melakukan persiapan program pengeboran termasuk pengadaan logistik, rig dan crew untuk memastikan PHR dapat langsung melakukan pengeboran, segera setelah proses alih transisi selesai pada Agustus 2021.

“Karena waktu operasional PHR hanya tersisa 4 bulan di tahun depan, yakni Agustus hingga Desember, maka pengeboran 44 sumur tersebut akan difokuskan pada upaya menahan laju penurunan produksi dan selanjutnya jumlah pengeboran sumur akan ditingkatkan secara bertahap di tahun-tahun berikutnya untuk memaksimalkan produksi,” katanya.

Lebih lanjut, Fajriyah juga berharap PT Chevron Pacific Indonesia (PT CPI) dapat merealisasikan program pengeboran selama sisa masa transisi sehingga dapat menahan laju penurunan alamiah dan menjaga produksi pada tingkat yang wajar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"PHR siap untuk melakukan perpanjangan kontrak program pengeboran tersebut untuk dapat melanjutkan kegiatan pengeboran setelah masa alih kelola sehingga jumlah rig dan sumur pemboran dapat mencapai angka yang lebih tinggi. Untuk itu diperlukan kolaborasi konstruktif antara PHR dan CPI dengan dukungan dari SKK Migas selama masa transisi," ucap Fajriyah.

Laju penurunan produksi di Blok Rokan saat ini terjadi secara alamiah, mengingat Blok tersebut cukup mature karena telah beroperasi selama lebih dari 50 tahun. Berdasarkan informasi yang dihimpun Pertamina, sejak 2019 tidak ada pengeboran sumur baru, sehingga diperkirakan saat ini laju penurunan produksi di Blok Rokan sekitar 25 persen.

Karenanya selain pengeboran sumur baru, upaya-upaya peningkatan produksi Blok Rokan telah direncanakan Pertamina melalui optimasi pengembangan lapangan-lapangan produksi baik melalui kegiatan Primary, Secondary / Waterflood maupun Tertiary Recovery (Steamflood dan Chemical EOR).

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina chevron Blok Rokan
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top