Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Berkah Covid-19, Penghasilan Petani Madu di Riau Terkerek

Penghasilan petani madu di Kabupaten Pelalawan, Riau, mengalami peningkatan seiring dengan meningkatnya permintaan madu menjelang Hari Raya Idulfitri 1441 H.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 22 Mei 2020  |  17:29 WIB
Petani Dede Yanti memanen madu lebah di halaman rumahnya Kampung Pangkalan, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (10/1/2019). - ANTARA/Adeng Bustomi
Petani Dede Yanti memanen madu lebah di halaman rumahnya Kampung Pangkalan, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (10/1/2019). - ANTARA/Adeng Bustomi

Bisnis.com, PEKANBARU - Penghasilan petani madu di Kabupaten Pelalawan, Riau, mengalami peningkatan seiring dengan meningkatnya permintaan madu menjelang Hari Raya Idulfitri 1441 H.

Tengku Indra alias Ujang, Ketua Kelompok Tani Rumah Madu Andalan (RMA), mengatakan omzetnya meningkat signifikan hingga mencapai ratusan rupiah dari berjualan madu.

Hal itu disebutnya juga dampak positif dari pandemi Covid-19 yang telah membuat masyarakat lebih mengutamakan kesehatan. "Kami sempat kewalahan menerima pesanan madu dari Jakarta sebanyak seribu botol atau sekitar 500 kilogram pada bulan April lalu," kata Ujang melalui keterangan tertulis, Jumat (22/5/2020).

Adapun, Ujang memiliki tujuh orang anggota dan menjalin kemitraan dengan masyarakat. Dalam sekali panen, lanjut Ujang, hasil produksi madu bisa mencapai 3-4 ton per bulan. Setidaknya, terdapat 58 pohon madu sialang di Kabupaten Pelalawan, Siak, dan Kuantan Singingi.

Ujang mengatakan bertani madu ini digelutinya sejak mengikuti pembinaan dari PT Riau Andalan Pulp and Paper. “Dulu [sarang] semuanya dibabat habis dan terpaksa menunggu 4-5 bulan lagi lebahnya bersarang, lalu sejak dibina oleh RAPP, kami jadi paham konsep panen lestari, sehingga panen bisa dilakukan setiap bulan,” ujarnya.
 
SMEs Offline CD RAPP Raden Adhe Pramono mengatakan pihaknya mengatur jadwal pasokan madu agar semua petani dapat berkontribusi dan kelangsungan usaha petani madu tetap terjaga.
 
“Para petani memasok madu ke RMA sekitar 300 kg per bulan, kelompok tani bisa memperoleh rata-rata pendapatan minimal sebesar Rp25 juta per bulan," kata Pramono.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

madu covid-19
Editor : Nurbaiti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top