Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PSBB Sumbar: Wagub Perintahkan Kendaraan Pemudik dari Riau Putar Balik

Pemerintah Provinsi Sumatra Barat memerintahkan sebanyak 6 mobil travel untuk putar balik ketika akan memasuki wilayah tersebut.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 19 Mei 2020  |  14:45 WIB
Ilustrasi-Foto udara kendaraan pemudik melintasi fly over Kelok Sembilan, di Kabupaten Limapuluhkota, Sumatra Barat, Senin (11/6/2018). - ANTARA/Iggoy el Fitra
Ilustrasi-Foto udara kendaraan pemudik melintasi fly over Kelok Sembilan, di Kabupaten Limapuluhkota, Sumatra Barat, Senin (11/6/2018). - ANTARA/Iggoy el Fitra

Bisnis.com, PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Sumatra Barat memerintahkan sebanyak 6 mobil travel untuk putar balik ketika akan memasuki wilayah tersebut.

Nasrul Abit, Wakil Gubernur Sumatra Barat, menyampaikan masih banyak mobil travel yang mengangkut penumpang mudik dengan berbagai modus. Hal itu disampaikannya ketika melakukan peninjauan di Posko Covid-19 Perbatasan Sumbar-Riau Pangkalan, Kabupaten Limapuluh Kota.

"Travel tidak ada yang boleh lewat sini, harus memutar balik. Kita tidak izinkan travel masuk ke Sumbar, putar balik saja lebih aman. Sopir dan penumpang harus tahu itu, Sumbar masih berlakukan PSBB hingga 29 Mei," kata Nasrul, Selasa (19/5/2020) dini hari.

Nasrul melanjutkan, peninjauan dirinya ke lokasi tersebut merespons laporan masyarakat terkait masih banyaknya kendaraan berpelat kuning yang melintas memasuki Sumbar dari arah Riau.

Hal itu sangat disayangkan oleh Nasrul karena Provinsi Sumatra Barat telah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan bahkan pemerintah telah mengeluarkan aturan untuk melarang mudik dalam rangka menahan laju penyebaran Covid-19.

Tak hanya kendaraan umum yang membawa penumpang, sejumlah kendaraan pribadi juga diminta putar balik dan tidak diizinkan untuk memasuki kawasan Ranah Minang.

"Kita juga perintahkan kendaraan pribadi untuk putar balik, karena setiap penumpang dan sopir memiliki KTP yang berbeda alamatnya. Jadi tetap tidak boleh masuk Sumbar," imbuh Nasrul.

Nasrul menambahkan modus para pemudik sangat beragam, mulai dari ingin mengirimkan barang-barang ke Bukittinggi hingga menunggu kesempatan untuk lewat di sebuah pemberhentian makan.

"Tidak ada yang tipu-tipu saya, tidak ada satu pun kendaraan di sini bisa masuk Sumbar. Saya akan catat semua pelat nomor yang ada di sini. Berani masuk Sumbar, kendaraan ini kita tahan sesuai aturan," tegas Nasrul.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

riau sumbar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top