Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bank Sumut Undur Jadwal Rencana IPO Jadi 2022

PT Bank Pembangunan Daerah Sumatra Utara mengubah jadwal rencana penawaran umum perdana saham dari semula pada 2021 menjadi 2022.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 15 Mei 2020  |  14:22 WIB
Kantor Bank Sumut - Istimewa
Kantor Bank Sumut - Istimewa

Bisnis.com, MEDAN - PT Bank Pembangunan Daerah Sumatra Utara mengubah jadwal rencana penawaran umum perdana saham dari semula pada 2021 menjadi 2022.

Corporate Secretary Bank Sumut Syahdan Ridwan Siregar mengatakan meski target initial public offering (IPO) mundur dari jadwal semula, tetapi perseroan tetap memenuhi setiap tahapan untuk melantai di Bursa.

Bank Sumut terus melakukan persiapan menuju IPO, mulai dari kebutuhan data, seleksi financial advisor, hingga pelatihan di Bursa Efek Indonesia. "Kami memutuskan pengunduran waktu [IPO] sampai 2022," terangnya, Jumat (15/5/2020).

Syahdan menambahkan perubahan target rencana IPO juga telah diketahui dan disetujui pemegang saham dalam RUPS yang digelar Kamis (14/5/2020).

Lebih lanjut, Bank Sumut mempertahankan target setoran dividen kepada pemegang saham, meski kinerja tahun ini bakal terdampak oleh pandemi Covid-19. Pada awal tahun perseroan menetapkan target dividen sekitar Rp517 miliar yang disetorkan kepada pemerintah daerah.

"Dividen tidak berubah. Masih sama. Dibagi menjadi tunai Rp317 miliar dan penyertaan modal Rp185,5 miliar," imbuhnya.

Dalam keterangan resminya, Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi meminta PT Bank Sumut dapat meningkatkan kinerjanya pada tahun ini. Apalagi, pemprov telah melakukan penyertaan modal senilai Rp100 miliar kepada Bank Sumut.

Adanya penyertaan modal tersebut, porsi saham Pemprov Sumut dari 45,68% per 31 Desember 2019 menjadi 47,23% per 31 Maret 2020. Edy Rahmayadi berharap agar suntikan modal itu dapat meningkatkan performa Bank Sumut.

Sebagai informasi, total penyertaan modal pemprov ke dalam Bank Sumut mencapai Rp580,82 miliar sejak 2001-2016. Hal ini tertuang dalam Pasal 3 Perda No 2 Tahun 2019 tentang penambahan penyertaan modal ke dalam PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara.

Pasal berikutnya menyebut nilai penambahan penyertaan modal ke dalam PT Bank Sumut yang bersumber dari APBD senilai total Rp783,84 miliar. Nilai penambahan penyertaan modal terdiri dari Rp283,84 miliar dalam APBD 2019 dan Rp500 miliar disetor dalam masa 5 tahun yang dianggarkan dalam APBD Provinsi Sumatra Utara.

"Kami minta manajemen PT Bank Sumut untuk dapat lebih meningkatkan kinerjanya," katanya saat membuka RUPS dan RUPSLB Bank Sumut, dikutip dari keterangan resmi pada Jumat (15/5/2020).

Pada 2019, Bank Sumut berhasil membukukan laba sebesar Rp545 miliar. Perolehan ini naik 8,3% dibandingkan dengan perolehan laba 2018 sebesar Rp503 miliar.

Total aset juga tumbuh 12,9%, dari Rp28,1 triliun per Desember 2018 menjadi Rp31,7 triliun per Desember 2019. Adapun, dana pihak ketiga Bank Sumut sebesar Rp25,1 triliun. Sementara itu, kredit yang disalurkan sebesar Rp23,7 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank sumut
Editor : Nurbaiti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top