Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PAD Riau Bisa Tertekan Hingga 10% Akibat Virus Corona

Pemerintah Provinsi Riau memperkirakan penyebaran virus corona atau Covid-19 bakal menekan pendapatan asli daerah (PAD) di Bumi Lancang Kuning hingga 10%.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 31 Maret 2020  |  18:50 WIB
Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Riau di Jl. Jenderal Sudirman No.73, Rintis, Kec. Lima Puluh, Kota Pekanbaru. Foto: Google Maps, Mei 2019
Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Riau di Jl. Jenderal Sudirman No.73, Rintis, Kec. Lima Puluh, Kota Pekanbaru. Foto: Google Maps, Mei 2019

Bisnis.com, PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau memperkirakan penyebaran virus Corona (Covid-19) bakal menekan pendapatan asli daerah (PAD) di Bumi Lancang Kuning hingga 10 persen. 

Adapun, sejauh ini, pemerintah telah mengimbau masyarakat agar mengurangi kegiatan di luar rumah dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus tersebut.

Syahrial Abdi, Plt. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Riau, mengatakan bahwa PAD Riau bisa berkurang 8 persen sampai 10 persen akibat mewabahnya virus Covid-19.

“Kalau khusus dari [penerimaan] pajak daerah, kami perkirakan ini kemungkinan [berkurang] 8 persen sampai 10 persen,” kata Syahrial kepada Bisnis.com, Selasa (31/3/2020).

Dirinya menjelaskan bahwa penerimaan pajak daerah terdiri dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBB-KB), Pajak Air Permukaan, dan Pajak Rokok.

Adapun per 31 Maret 2020, Bapenda Riau mencatat penerimaan pajak dari PKB dan BBNKB telah melewati target yang ditetapkan sebesar 20 persen dari target tahun ini.

Penerimaan PKB terealisasi senilai Rp263,9 miliar atau sebesar 22 persen dari target yang ditetapkan tahun ini senilai Rp1,2 triliun. Sementara itu, penerimaan BBNKB tercatat senilai Rp180,63 miliar atau sebesar 20,02 persen dari target yang ditetapkan.

“PKB dan BBNKB itu hari ini masih sesuai target, sama seperti tahun sebelumnya. Tapi kemudian dampak [Covid-19] kita harus akui pasti berdampak terhadap pendapatan,” tutur Syahrial.

Sejauh ini, Bapenda Riau juga mendapatkan pemasukan dari retribusi daerah yang terdiri dari Jasa Umum, Jasa Usaha, dan Perizinan Tertentu. Selanjutnya, ada pula pendapatan dari kekayaan negara yang dipisahkan.

Di samping pendapatan dari PAD, pemerintah daerah juga mendapatakan dana perimbangan yaitu dana yang bersumber dari APBN yang disalurkan oleh pemerintah pusat.

Syahrial menambahkan dengan munculnya peraturan dan keputusan Menteri Keuangan yang menunda penyaluran Dana Alokasi Khusus (DAK), Pemprov Riau pun bakal kehilangan sekitar Rp2,1 triliun lagi terhadap pendapatannya.

“Dari total rencana pendapatan kita Rp10,2 triliun untuk 2020, itu dari DAK saja sudah harus kehilangan Rp2,1 triliun,” ujar Syahrial.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona covid-19
Editor : Andya Dhyaksa
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top