Dampak Lockdown Malaysia, Penerbangan dan Pelayaran Relasi Riau akan Sepi

M Taufiq OH, Kepala Dinas Perhubungan Riau, mengungkapkan bahwa dirinya telah berkoordinasi dengan pihak Angkasa Pura II selaku operator Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II di Pekanbaru mengenai bakal tidak adanya rute penerbangan Pekanbaru--Kuala Lumur dan sebaliknya per 18 Maret 2020.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 17 Maret 2020  |  16:43 WIB
Dampak Lockdown Malaysia, Penerbangan dan Pelayaran Relasi Riau akan Sepi
Calon penumpang melapor ke konter 'check in' di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Kota Pekanbaru, Riau, Selasa (14/5/2019). - ANTARA/FB Anggoro

Bisnis.com, PEKANBARU - Kebijakan lockdown yang diambil Pemerintah Malaysia untuk membatasi penyebaran Virus Corona atau Covid-19 berimbas pada akses di bandar udara maupun pelabuhan di Riau. Selama masa lockdown, dipastikan tidak akan ada penerbangan maupun pelayaran dari dan ke negeri jiran tersebut. 

M Taufiq OH, Kepala Dinas Perhubungan Riau, mengungkapkan bahwa dirinya telah berkoordinasi dengan pihak Angkasa Pura II selaku operator Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II di Pekanbaru mengenai bakal tidak adanya rute penerbangan Pekanbaru-Kuala Lumur dan sebaliknya per 18 Maret 2020.

“Ini bukan kita yang menutup. Kami sudah koordinasi dengan AP II. Jadi, info dari Konsulat Malaysia bahwa Malaysia itu sudah mulai lockdown penerbangannya ke Indonesia. Mulai besok [18/3/2020], informasinya itu [lockdown penerbangan] ke Provinsi Riau,” jelas Taufiq kepada Bisnis, Selasa (17/3/2020).

Menjadi tidak adanya penerbangan ke Malaysia dari Riau, kata Taufiq, merupakan suatu keniscayaan karena Malaysia telah menutup akses masuk di negaranya.

Sementara keputusan dari pemerintah untuk membatasi penerbangan maupun pelayaran dari luar negeri, Taufiq menegaskan bahwa hal itu merupakan kewenangan dari Pemerintah Pusat.

“Kalaupun nanti kita akan menutup [penerbangan dan pelayaran], itu lockdown dari Indonesia itu kan kebijakan pusat. Kita kan satu pintu, hanya Presiden dari pusat yang melakukan itu,” tutur Taufiq.

Adapun, saat ini pemerintah daerah disebut hanya menindaklanjuti kebijakan dari pemerintah pusat. Sebagai himbauan, Gubernur Riau Syamsuar telah mengajak masyarakat Bumi Lancang Kuning untuk tidak melakukan perjalanan ke luar negeri untuk menghindari infeksi Covid-19 .

Taufiq menambahkan selama periode lockdown dari Malaysia, akses pelabuhan dari dan ke Negeri Jiran pun bakal terutup, sehingga tidak akan ada kapal dari Indonesia yang akan diberangkatkan ke Malaysia.

“Untuk yang laut, transportasi laut. sama. Jadi kalau lockdown di Malaysia, tentu tidak ada lagi juga kapal-kapal kita ke Malaysia. Artinya, masalah ini serius. Kita harus hati-hati,” ujar Taufiq.

Ke depannya, Taufiq mengungkapkan akses ke Singapura pun juga akan tertutup. Dengan demikian, transportasi antara Indonesia dan Singapura juga bisa terancam putus sementara.

“Singapura, informasinya akan segera me-lockdown juga,” kata Taufiq.

PT Angkasa Pura II (Persero) selaku operator Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II di Provinsi Riau sejauh ini masih menunggu informasi resmi dari pemerintah terkait akses penerbangan dari dan ke Malaysia dan Singapura tersebut.

Yogi Prasetyo Suwandi, Executive General Manager PT AP II Pekanbaru, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengambil langkah antisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19 di area Bandara SSK II. Terkait dengan penerbangan dari dan ke Malaysia dan Singapura, dirinya mengaku belum mendapatkan instruksi resmi dari pemerintah.

“Terkait penerbangan dari Malaysia dan Singapura, kami menunggu informasi resminya. Kami selaku operator bandara mengikuti dan mendukung apa yang ditetapkan pemerintah,” kata Yogi melalui keterangan resmi, Selasa (17/3/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Virus Corona, covid-19

Editor : Sutarno
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top