Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gojek Buka Peluang UMKM Kuliner Medan Raih Pendanaan

Gojek Group melalui GoFood melakukan seleksi terhadap 10 UMKM dan startup kuliner di Medan pada Kamis (27/2/2020), untuk meraih peluang pendanaan dari program akselerasi Digitarasa.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 27 Februari 2020  |  17:15 WIB
Chief Food Officer Gojek Group, Catherine Hindra Sutjahyo (kedua kiri) dalam konferensi pers Program Akselerasi Digitarasa pada Kamis (27/2/2020). - Bisnis/Azizah Nur Alfi
Chief Food Officer Gojek Group, Catherine Hindra Sutjahyo (kedua kiri) dalam konferensi pers Program Akselerasi Digitarasa pada Kamis (27/2/2020). - Bisnis/Azizah Nur Alfi

Bisnis.com, MEDAN - Gojek Group melalui GoFood melakukan seleksi terhadap 10 UMKM dan startup kuliner di Medan pada Kamis (27/2/2020), untuk meraih peluang pendanaan dari program akselerasi Digitarasa.

Digitarasa merupakan akselerator bisnis kuliner, yang didirikan oleh GoFood bersama dengan Digitaraya, pakar di indusri kuliner Chef Arnold Poernomo, dan CEO & Co-Founder Kopi Kenangan Edward Tirtanata.

Program akselerasi Digitarasa membuka peluang bagi UMKM maupun startup food & beverage (F&B) berkompetisi guna mendapatkan akses pada pengembangan bisnis hingga permodalan.

Chief Food Officer Gojek Group, Catherine Hindra Sutjahyo, menyampaikan program akselerasi Digitarasa mendapat sambutan positif dari pelaku usaha kuliner di Indonesia. Ini terlihat dari jumlah peserta mencapai 1.100 pelaku usaha sejak pendaftaran dibuka pada 24 Februari 2020.

Dari jumlah tersebut, sekitar 100 pelaku usaha kuliner berasal dari Sumatra. Adapun, Kota Medan menjadi lokasi pertama pelaksanaan road show program akselerasi Digitarasa.

"10 UMKM dan start up ini adalah sebagian merchant yang telah melewati seleksi awal dan terpilih untuk mengikuti seleksi langsung dengan dewan panel. Mereka mempresentasikan produk dan konsep bisnis mereka secara langsung," terangnya dalam konferensi pers pada Rabu (27/2/2020).

Catherine mengatakan saat ini ada sekitar 500.000 ribu merchant yang tergabung dalam GoFood. Dari angka itu, sekitar 95% merupakan UMKM.

Dia melihat industri kuliner di Indonesia masih memiliki banyak potensi. Data Badan Ekonomi Kreatif dan Badan Pusat Statistik menunjukkan kontribusi sektor kuliner terhadap unit usaha ekonomi kreatif telah mencapai 41,69%, tertinggi di antara 15 subsektor lainnya.

Medan merupakan salah satu kota yang memiliki potensi tinggi di bidang industri kuliner. Ini terlihat dari pesatnya pertumbuhan jumlah mitra merchant GoFood sebesar 195% pada Desember 2019.

"Untuk itu, kami ingin menggandeng pelaku usaha kuliner mengembangkan usaha termasuk dalam manajemen bisnis, pemasaran, dan permodalan," imbuhnya.

CEO Digitarasa, Arnold Poernomo, mengatakan Digitarasa dirancang untuk mengembangkan kurikulum pembelajaran bisnis kuliner yang end-to-end. Peserta akan belajar mengenai pengembangan bisnis F&B, serta memperluas jaringan dengan berbagai pemain besar di industri F&B.

Peserta yang lolos seleksi awal, akan mengikuti sesi wawancara dengan dewan panel. Selanjutnya, peserta yang terpilih berhak mengikuti bootcamp atau pelatihan internal di Jakarta.

Pada tahun ini, Digitarasa akan menjalakan 4 batch dengan rangkaian program serupa dan menargetkan peserta sebanyak-banyaknya. Nantinya, puluhan startup kuliner terbaik akan mendapatkan akses ke permodalan usaha dan bergabung secara eksklusif di ekosistem Gojek.

"Pendaftaran ini akan dibuka sampai dengan 6 Maret 2020," katanya.

CEO & Co-Founder Kopi Kenangan Edward Tirtanata mengatakan inovasi dan kolaborasi bisa membawa Kopi Kenangan melaju pesat hingga saat ini. Dengan inovasi teknologi, Kopi Kenangan berhasil mengkolaborasikan antara kualitas produk dengan layanan konsumen melalui aplikasi.

"Saya berharap dapat berbagi pengalaman dan pemahaman ini kepada calon peserta nantinya," imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gojek
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top