Boyong Tokopedia & Shopee, BI Riau Bantu UMKM Masuk Marketplace

Untuk menggenjot kontribusinya terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), BI Riau merasa perlu mengadakan pelatihan untuk membawa UMKM tersebut ke pasar yang lebih luas lewat marketplace.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 26 Februari 2020  |  10:26 WIB
Boyong Tokopedia & Shopee, BI Riau Bantu UMKM Masuk Marketplace
Bank Indonesia Perwakilan Riau menyelenggarakan Workshop Onboarding UMKM Riau 2020 pada 26--27 Februari 2020. - Bisnis/Dwi Nicken Tari

Bisnis.com, PEKANBARU — Bank Indonesia Perwakilan Riau memboyong penyedia platform marketplace nasional yaitu Tokopedia dan Shopee untuk membantu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

BI Riau menilai UMKM dapat menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru di Bumi Lancang Kuning. Untuk menggenjot kontribusinya terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), BI Riau merasa perlu mengadakan pelatihan untuk membawa UMKM tersebut ke pasar yang lebih luas lewat marketplace.

Iskandar, Kepala Tim Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan BI Riau, mengatakan di Riau ada sebanyak 167.000 UMKM yang potensial. Sekitar 50 UMKM di antaranya telah diundang oleh BI untuk mengikuti Workshop Onboarding UMKM Riau 2020 pada 26—27 Februari 2020.

“UMKM kalau dilihat dari data, merupakan yang paling banyak menyerap tenaga kerja di Riau ini. Itu alasan kami ingin mendorong pertumbuhan UMKM di Riau,” kata Iskandar dalam kata sambutan acara Workshop Onboarding UMKM Riau 2020 di Pekanbaru, Rabu (26/2/2020).

Berdasarkan data Bank Indonesia Perwakilan Riau per semester I/2019, tercatat pangsa penjual dari Provinsi Riau hanya sebesar 0,47% terhadap seluruh penjual yang telah masuk ke e-commerce secara nasional.

Sementara itu, pangsa penjual di Pulau Sumatra dalam e-commerce nasional sebesar 7,4%. Dari sisi transaksi, Provinsi Riau hanya memiliki porsi 0,82% terhadap transaksi e-commerce nasional.

Adapun, sebagai upaya menjemput bola, BI pun memboyong Shopee dan Tokopedia untuk membimbing UMKM di Riau masuk ke marketplace nasional tersebut.

Kata Iskandar, UMKM di Riau harus mampu memanfaatkan pasar yang lebih luas lagi lewat sarana digital.

Dalam pelatihan tersebut, para UMKM akan diajarkan cara mengambil gambar atau foto produk, strategi membuat caption menarik, dan pemanfaatan platform marketplace melalui sharing dengan Shopee dan Tokopedia.

“Pelaksanaan kegiatan onboarding ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah UMKM yang terhubung dengan e-commerce. Hal tersebut merupakan bagian dari komitmen Bank Indonesia dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penguatan strategi kebijakan pengembangan ekonomi dan keuangan digital,” jelas Iskandar.

Adapun UMKM yang hadir dalam pelatihan tersebut berasal dari berbagai sektor yang merupakan binaan dan mitra Bank Indonesia, seperti pengrajin (souvenir), makanan (kuliner), kopi liberika, tekstil, tenun, produk olahan sagu, komoditas klaster pangan, seperti sayuran, cabai organik, dan lainnya.

UMKM tersebut dipilih oleh BI minimal yang telah menjalankan bidang usahanya minimal 2 tahun dan brand-nya telah eksis di masyarakat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank indonesia, umkm

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top