Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bulan K3 Nasional: PTPN V Komitmen Beri Jaminan kepada Karyawan

Jatmiko Santosa, Direktur Utama PTPN V, menyampaikan hal itu setelah Upacara Bulan K3 Nasional Tingkat Provinsi Riau di lapangan komplek PTPN V di Pekanbaru, bahwa perseroan telah mengangkat 1.542 karyawan vendor menjadi pekerja Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) dan mencatatkan seluruh pekerja tersebut sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 14 Februari 2020  |  11:19 WIB
Pekerja memeriksa pipa gas metan di instalasi Pembangkit Listrik Tenaga (PLT) Biogas berkapasitas 700 kilowatt di Pabrik Kelapa Sawit PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V Terantam, Kabupaten Kampar, Riau (4/3/2019). - ANTARA/FB Anggoro
Pekerja memeriksa pipa gas metan di instalasi Pembangkit Listrik Tenaga (PLT) Biogas berkapasitas 700 kilowatt di Pabrik Kelapa Sawit PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V Terantam, Kabupaten Kampar, Riau (4/3/2019). - ANTARA/FB Anggoro

Bisnis.com, PEKANBARU - PT Perkebunan Nusantara V (PTPN) menyampaikan komitmen untuk memberikan jaminan sosial kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan (K3) tenaga kerjanya. 

Jatmiko Santosa, Direktur Utama PTPN V, menyampaikan hal itu setelah Upacara Bulan K3 Nasional Tingkat Provinsi Riau di lapangan komplek PTPN V di Pekanbaru, bahwa perseroan telah mengangkat 1.542 karyawan vendor menjadi pekerja Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) dan mencatatkan seluruh pekerja tersebut sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. 

"PT Perkebunan Nusantara V berkomitmen untuk memberikan jaminan sosial keselamatan dan kesejahteraan tenaga kerjanya. Setelah mengangkat 1.542 karyawan vendor menjadi karyawan pemanen dengan sistem PKWT, hari ini PTPN V telah mendaftarkan seluruh karyawan tersebut, sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan,” kata Jatmiko di Pekanbaru, Jumat (14/2/2020). 

Dirinya menjelaskan berbagai upaya tersebut dilakukan dalam rangka memberikan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja. Selain untuk meningkatkan produktivitas, diharapkan para pekerja mampu menghadapi risiko sosial secara mandiri dan bermartabat.  

Risiko sosial merupakan risiko yang mungkin terjadi dalam kehidupan pekerja dan berdampak terhadap kemandirian ekonomi pekerja, seperti kecelakaan kerja, hilangnya pendapatan, kematian, hingga risiko hari tua. 

"Mendaftarkan karyawan PKWT kami yang baru diangkat Januari lalu ini, bukan hanya wujud kepatuhan terhadap penerapan K3 di lingkungan perusahaan, tapi juga guna mengantisipasi seluruh resiko, termasuk resiko sosial, secara mandiri dan bermartabat, demi kesejahteraan karyawan itu sendiri,” imbuh Jatmiko. 

Adapun PTPN V telah memiliki sertifikasi K3 di seluruh pabriknya dan pernah mendapat penghargaan zero accident. 

Hadir dalam upacar tersebut Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah. Dirinya mengapresiasi langkah-langkah yang diambil PTPN V dalam mengimplementasikan K3 di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang perkebunan tersebut. 

“Saya mengapresiasi apa yang dilakukan PTPN V. Memberdayakan UKM dan komitmen penerapan K3 patut ditiru. Saya minta untuk ditularkan ke PTPN lain,” tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ptpn v
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top