Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IPOT Medan Incar Pertumbuhan Nilai Transaksi Saham Dua Digit

PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) cabang Medan mengincar nilai transaksi saham tumbuh double digit pada tahun ini, sejalan dengan serangkaian strategi yang diterapkan oleh perseroan.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 23 Januari 2020  |  15:48 WIB
Pengunjung mengambil foto monitor perdagangan harga saham di Jakarta, Jumat (1/2/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan
Pengunjung mengambil foto monitor perdagangan harga saham di Jakarta, Jumat (1/2/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, MEDAN - PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) cabang Medan mengincar nilai transaksi saham tumbuh double digit atau dua digit pada tahun ini, seiring dengan serangkaian strategi yang diterapkan oleh perseroan.

Head of Marketing Retail Division IndoPremier Paramita Sari menyampaikan untuk cabang Medan, nilai transaksi saham kurang dari Rp100 miliar setiap bulannya pada 2019. Adapun pada 2020, nilai transaksi saham ditargetkan dapat tumbuh double digit.

Pihaknya optimistis dapat mencapai kenaikan dua digit seiring langkah perseroan mengoptimalkan infrastruktur kantor cabang di Medan. Pada Kamis (23/1/2020), IPOT meresmikan kantor barunya yang berlokasi di Jl Iskandar Muda No.47C Babura, Medan, yang sebelumnya berada di Gedung Uniplaza Jl. MT Haryono, Medan.

Di samping itu, IndoPremier bakal lebih gencar melakukan edukasi pasar modal dengan menyasar sejumlah kabupaten/kota di luar kota Medan, salah satunya Kabupaten Nias. Saat ini nilai transaksi saham masih didominasi oleh investor di Kota Medan. Adapun, saham sektor keuangan masih mendominasi transaksi broker, diikuti sektor infrastruktur.

"Posisi IndoPremier di Medan belum masuk lima besar. Kami targetkan nilai transaksi bisa tumbuh double dengan infrastruktur baru. Dengan begitu, posisi market share [cabang Medan] bisa naik mejadi lima besar," ujarnya.

Lebih lanjut, secara keseluruhan jumlah investor IndoPremier mencapai 250.000 nasabah, yang sekitar 70% merupakan investor ritel. Sekitar 60% nasabahnya juga berasal dari kalangan milenial.

Pada tahun ini, IPOT menargetkan jumlah investor bertambah menjadi 350.000 nasabah, dengan nasabah yang aktif melakukan transaksi sekitar 20%-30% dari jumlah tersebut. Untuk itu, pihaknya terus bekerjasama dengan Bursa Efek Indonesia Perwakilan Sumatra Utara dan sejumlah universitas guna melakukan literasi pasar modal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sekuritas
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top