Bisnis Gadai Swasta di Daerah Masih Prospektif

Prospek bisnis pergadaian di daerah kian positif, terlihat dari semakin banyak perusahaan gadai yang mengurus izin usaha ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 22 Januari 2020  |  13:24 WIB
Bisnis Gadai Swasta di Daerah Masih Prospektif
Suasana layanan di kantor pusat Pegadaian - Bisnis/Triawanda Tirta Aditya

Bisnis.com, MEDAN - Prospek bisnis pergadaian di daerah kian positif, terlihat dari semakin banyak perusahaan gadai yang mengurus izin usaha ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pada awal tahun ini saja, sudah ada 5 perusahaan pergadaian swasta yang mengantongi izin usaha dari OJK.

Manajer Eksekutif Perkumpulan Perusahaan Gadai Indonesia (PPGI) Guladi menyampaikan, potensi bisnis pergadaian di daerah masih cukup besar. Hal ini terbukti dengan semakin banyak perusahaan gadai baru yang mengurus izin usaha ke OJK.

Selain itu, perusahaan gadai eksisting juga terus menambah outletnya, terutama di Jawa dan Sumatra.

Dia mengatakan semakin banyak perusahaan gadai swasta yang berdiri dan melayani semua segmen, sehingga masyarakat banyak menggunakan jasa perusahaan gadai yang ada di sekelilingnya.

"Kalau dulu hanya ada PT Pegadaian yang terbatas tempat layanan dan segmen yang dilayani," katanya kepada Bisnis yang dikutip pada Rabu (22/1/2020).

Berdasarkan data PPGI, tercatat ada 36 perusahaan pergadaian konvensional yang memperoleh izin usaha per 31 Desember 2019. Jumlah tersebut terdiri dari satu perusahaan pergadaian pemerintah dan 35 perusahaan pergadaian swasta.

Perusahaan pergadaian swasta tersebar di DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, Kepulauan Riau, dan Sumatra Utara.

Adapun, sebanyak 31 pelaku usaha pergadaian dalam proses pengajuan izin usaha. Serta, masih ada 46 perusahaan pergadaian terdaftar yang mengajukan izin usaha.

"Komposisinya [perusahaan pergadaian] 90% di Jawa dan 10% di luar Jawa, terutama Sumatra," imbuhnya.

Berdasarkan data statistik OJK per November 2019, aset perusahaan pergadaian konvensional senilai Rp62,08 triliun, di mana sebanyak Rp61,66 triliun berasal dari perusahaan pergadaian pemerintah.

Adapun, pembiayaan dan pinjaman yang disalurkan perusahaan pergadaian konvensional mencapai Rp49,86 triliun per November 2019 atau naik 22,06% secara tahunan.

Pertumbuhan pembiayaan tertinggi ditempati oleh perusahaan pergadaian swasta yakni 35,77% menjadi Rp349 miliar. Sedangkan perusahaan pergadaian pemerintah tumbuh 21,97% menjadi Rp49,51 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
medan, gadai

Editor : Rustam Agus
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top