Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Harimau Masuk Perangkap di Muara Enim Dievakuasi ke Lampung

Seekor harimau sumatera jantan yang masuk ke perangkap di Muara Enim, Sumatera Selatan, sudah dievakuasi ke Lampung pada Rabu pagi.
Rustam Agus
Rustam Agus - Bisnis.com 22 Januari 2020  |  21:00 WIB
/Antara
/Antara

Bisnis.com, PALEMBANG - Seekor harimau sumatera jantan yang masuk ke perangkap di Muara Enim, Sumatera Selatan, sudah dievakuasi ke Lampung pada Rabu pagi.

"Setelah tiba di Lampung langsung dilakukan identifikasi dini oleh tim medis, kondisi umumnya saat tiba tampak tenang, tidak agresif, nafas teratur. Respons sangat baik saat diberi rangsang," kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan Genman Hasibuan.

Saat tiba di Lampung, tulis Antara, harimau dewasa muda yang menurut perkiraan tim medis BKSDA beratnya sekitar 90 kg itu dalam keadaan berbaring, dan kemudian duduk setelah diberi rangsang.

"Setelah pemeriksaan awal selesai sekitar pukul 08.00 WIB, harimau sumatera diberangkatkan langsung ke Tambling Wildlife Nature Conservation untuk mendapat penanganan lanjutan," kata Genman, menambahkan, secara umum harimau itu dalam keadaan sehat.

Harimau sumatera itu pada Selasa (21/1) masuk ke perangkap yang dipasang tim BKSDA, TNI, Polri, dan Kesatuan Pengelolaan Hutan bersama warga dengan umpan satu kambing.

BKSDA masih melakukan penelusuran untuk memastikan apakah harimau itu yang menyerang warga hingga tewas beberapa bulan lalu.

Sejak tiga bulan lalu sudah ada lima warga yang tewas dan sembilan orang yang terluka akibat serangan harimau di wilayah Sumatera Selatan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lampung harimau
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top