Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BI Sebut Riau Berpotensi Besar Kembangkan Ekonomi Syariah

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Riau Decymus menyebut masyarakat di Tanah Melayu yang religius berpotensi besar untuk menggerakkan perekonomian berbasis syariah, misalnya lewat zakat maupun wakaf.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 13 Januari 2020  |  16:14 WIB

Bisnis.com, PEKANBARU—Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Riau menilai potensi pengembangan ekonomi syariah di Bumi Lancang Kuning sangat besar. Namun, terdapat beberapa permasalahan yang harus diselesaikan terlebih dahulu dari sisi pemahaman, instrumen, dan kelembagaan agar ekonomi syariah semakin bergairah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Prov. Riau Decymus menyebut masyarakat di Tanah Melayu yang religius berpotensi besar untuk menggerakkan perekonomian berbasis syariah, misalnya lewat zakat maupun wakaf. 

Namun demikian, dirinya menunjukkan ada tiga permasalahan yang harus diselesaikan untuk dapat membuat ekonomi syariah di Riau lebih maju lagi. 

Decymus menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat di Riau terhadap wakaf masih tradisional Kebanyakan masyarakat hanya mengenal wakaf berupa wakaf masjid, wakaf tanah, atau wakaf pemakaman. Padahal, seiring dengan perkembangannya, instrumen wakaf sudah tersedia dalam bentuk wakaf uang dan wakaf saham.

Selanjutnya, rukun wakaf yang mensyaratkan adanya nazir, yaitu perantara antara wakif ke muzakki, juga dinilai masih belum optimal.

“Nah, kelembagaan nazir itu belum berkembang di sini, Jadi, ada masalah di pemahaman, instrumen, dan kelembagaan,” jelas Decymus saat ditemui di kantornya, akhir pekan lalu.

Sejak pertengahan 2019, Decymus menyampaikan bahwa pihaknya mulai agresif untuk mengedukasi masyarakat lewat High Level Meeting. Pertemuan itu menghadirkan 100 ulama dari kabupaten dan kota se-Provinsi Riau dengan tujuan para ulama dapat memperkenalkan instrumen wakaf kepada masyarakat lewat ceramahnya.

Selain itu, untuk memperbanyak nazir, BI Riau juga melakukan sertifikasi nazir. Jadi, ketika ada yang ingin berwakaf sudah bisa langsung mewakafkan hartanya lewat nazir.

Sementara untuk instrumen, BI Riau juga mengadakan sosialisasi mengenai instrumen cash waqf linked sukuk, yaitu wakaf tunai yang diinvestasikan dalam sukuk negara. Adapun, imbalan dari sukuk itu akan digunakan untuk membiayai pembangunan yang memiliki dampak bagi masyarakat luas.

“Ini ada beberapa hal yang belum terhubung satu sama lain, intinya kami masuk di situ dan mencoba membuat semuanya terhubung. Mudah-mudahan hasilnya tahun ini bisa dirasakan,” tutup Decymus.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi syariah riau
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top