Target Wisman 2020: Sumut Incar 300.000 Kunjungan

Kepala Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatra Utara Ria Novida Telaumbanua, melalui Kepala Bidang Bina Pemasaran Pariwisata Muchlis, menyampaikan pemerintah daerah menargetkan jumlah wisman yang berkunjung ke Sumatra Utara sebesar 300.000 orang pada tahun ini.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 12 Januari 2020  |  16:09 WIB
Target Wisman 2020: Sumut Incar 300.000 Kunjungan
Dermaga Parapat Danau Toba, Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara. - Antara/Andika Wahyu

Bisnis.com, MEDAN - Pemerintah Provinsi Sumatra Utara menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dapat mencapai 300.000 orang pada 2020. Optimisme ini seiring dengan sejumlah momentum yang diyakini dapat mendorong kunjungan turis asing tersebut.

Kepala Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatra Utara Ria Novida Telaumbanua, melalui Kepala Bidang Bina Pemasaran Pariwisata Muchlis, menyampaikan pemerintah daerah menargetkan jumlah wisman yang berkunjung ke Sumatra Utara sebesar 300.000 orang pada tahun ini. Angka tersebut naik 7,14% dari target kunjungan wisman pada 2019 sebesar 280.000 orang.

Namun, target kunjungan wisman pada tahun lalu bisa jadi agak sulit tercapai. Sebab, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatra Utara mencatat jumlah wisman sepanjang Januari-November 2019 sebesar 236.198 orang. Sedangkan, jumlah kunjungan pada Desember 2019 diperkirakan maksimal sekitar 35.000-36.000 orang.

“Itu target yang realistis. Kami menunggu data Desember yang biasanya jumlah kunjungan di bulan itu lebih tinggi dari bulan-bulan lainnya,” katanya ditemui Bisnis di Kantor Kebudayaan dan Pariwisata, Jumat (10/1/2020).

Lebih lanjut, Muchlis optimistis target kunjungan tahun ini dapat tercapai didorong sejumlah strategi yang telah disiapkan pemprov. Di samping itu, ada sejumlah momentum yang diyakini dapat mendorong kunjungan wisman.

Rute penerbangan langsung Denpasar-Medan-Amsterdam yang dibuka per 1 Oktober 2019 diyakini dapat mendorong jumlah kunjungan turis dari Eropa ke Sumut pada tahun ini. Setidaknya ini terlihat dari jumlah kunjungan turis Belanda yang naik 38,49% secara tahunan menjadi 5.940 orang sepanjang Januari-November 2019.

Faktor pendorong lainnya, kata dia, rencana kunjungan Keluarga Kerajaan Belanda ke Danau Toba dalam waktu dekat dapat menjadi promosi wisata Sumut kepada dunia.

Pemprov juga tengah menyiapkan tiga destinasi pariwisata menjadi proyek percontohan untuk pengembangan destinasi wisata lain di Sumut. Ketiga destinasi tersebut yakni Tangkahan dan Bukit Lawang di Kabupaten Langkat, serta Berastagi di Kabupaten Karo.

Sebagai tindak lanjutnya, Dinas Pariwisata mulai menyiapkan master plan untuk pengembangan wisata Taman Hutan Raya (Tahura) yang berlokasi di Berastagi, Kabupaten Karo. Dengan anggaran yang disiapkan sebesar Rp500 juta, master plan diharapkan dapat selesai sebelum semester I/2020.

“Kami juga melakukan promosi di antaranya dengan mengikuti event-event besar, serta mengundang seperti agen travel, travel blogger untuk berpartisipasi. Anggaran promosi tahun ini sekitar Rp12 miliar, dari tahun lalu sebesar Rp9 miliar," imbuhnya.

Sebagai informasi, data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatra Utara (Sumut) mencatat, jumlah wisman sepanjang Januari-November 2019 sebesar 236.198 orang atau naik 10,12% secara tahunan. Jumlah kunjungan selama 11 bulan tersebut, telah melampaui jumlah kunjungan sepanjang 2018 sebesar 231.465 orang.

Wisman dari Malaysia masih menjadi kontributor utama jumlah kunjungan ke Sumatra Utara yakni 108.619 orang sepanjang Januari-November 2019. Jumlah turis dari Malaysia turun 12,85% dari jumlah kunjungan sepanjang Januari-November 2018 sebesar 124.634 orang.

Posisi selanjutnya ditempati oleh turis dari Singapura sebanyak 14.419 orang atau turun 14,07% secara tahunan, serta China 7.823 orang atau turun 1,09% secara tahunan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sumut

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top