Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pengusaha Kapal Berharap Pelabuhan Tanjung Carat Segera Terealisasi

Rencana pembangunan pelabuhan laut itu sudah lama didengungkan oleh pemerintah, namun hingga kini belum juga terealisasi.
Kapal tongkang pengangkut batu bara melintas di Sungai Musi, Palembang, Sumatra Selatan, Kamis (3/1/2019)./ANTARA-Nova Wahyudi
Kapal tongkang pengangkut batu bara melintas di Sungai Musi, Palembang, Sumatra Selatan, Kamis (3/1/2019)./ANTARA-Nova Wahyudi

Bisnis.com, PALEMBANG - Persatuan Pengusaha Pelayaran Niaga Nasional Indonesia (Indonesian National Shipowner's Association/INSA) Kota Palembang mengharapkan pemerintah segera merealisasikan pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Sekretaris DPC INSA Palembang Suandi di Palembang, Minggu (5/1/2020), mengatakan kehadiran pelabuhan laut itu menjadi kebutuhan saat ini mengingat semakin terbatasnya kemampuan pelabuhan sungai yang ada yaitu Pelabuhan Boom Baru Palembang.

“Saat ini alur pelayaran di Sungai Musi terus mendangkal, belum lagi jaraknya dari pelabuhan ke muara yang cukup jauh yakni 90 kilometer. Kami menilai daerah ini sudah saatnya memiliki pelabuhan laut,” kata dia.

Ia mengatakan adanya rencana pembangunan pelabuhan laut itu sudah lama didengungkan oleh pemerintah, namun hingga kini belum juga terealisasi.

Malahan, ia melanjutkan, sudah terjadi perubahan rencana dari semula membuat pelabuhan di kawasan Tanjung Api-Api kini berpindah ke Tanjung Carat dengan target reklamasi 2.000 hektare. “Kami sangat menantikan realisasinya, tapi hingga kini belum ada,” kata dia.

Lantaran belum adanya alternatif lain, menurut Suandi, pengusaha tidak ada pilihan lain selain memanfaatkan Pelabuhan Boom Baru yang dikelola oleh PT Pelindo II.

Pengusaha tetap menjalankan bisnisnya seperti biasanya yakni terpaksa melakukan double handling atau dua kali bongkar muat untuk memindahkan muatan dari kapal berukuran kecil ke kapal berukuran besar.

Ia mengatakan pengusaha harus mengeluarkan biaya tambahan jika dibandingkan dengan daerah lain yang sudah memiliki pelabuhan laut.

“Sumsel ini kaya akan hasil alam, ada sawit, karet dan batu bara tapi sayangnya belum memiliki pelabuhan laut. Jika persoalan ini terselesaikan maka dipastikan pertumbuhan ekonomi di daerah ini akan meningkat,” kata dia.

Sumsel yang memiliki beragam hasil bumi, seperti batubara, minyak sawit, kopi, dan karet harus melalui pelabuhan di Jakarta, Lampung dan Medan untuk mengirimkan produk ekspornya itu.

Menurut dia, ketidakadaan pelabuhan samudra itu juga yang sebenarnya mengganjal keinginan para investor menanamkan modal di daerah itu.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Newswire
Editor : Miftahul Ulum
Sumber : Antara

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper