Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemprov Sumsel Dorong Pembentukan 5 Bank Wakaf Mikro

Pemprov Sumatra Selatan mendorong pembentukan bank wakaf mikro atau BWM dengan target sebanyak 5 unit bank pada tahun 2020.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 11 Desember 2019  |  15:01 WIB
Sejumlah ibu-ibu anggota Kelompok Usaha Masyarakat di Sekitar Pesantren Indonesia (KUMPI) Nur Illahi, membayar cicilan pinjaman modal usaha, saat mengikuti kegiatan halakah mingguan Bank Wakaf Mikro (BWM) PPM Al-Kautsar, di Tanjung Pati, Kab.Limapuluhkota, Sumatera Barat, Senin (4/11/2019). BWM Al-Kautsar hingga saat ini memiliki 400 nasabah dengan modal usaha bergulir pemberdayaan ekonomi ibu rumah tangga Rp700 juta. - Antara/Iggoy el Fitra
Sejumlah ibu-ibu anggota Kelompok Usaha Masyarakat di Sekitar Pesantren Indonesia (KUMPI) Nur Illahi, membayar cicilan pinjaman modal usaha, saat mengikuti kegiatan halakah mingguan Bank Wakaf Mikro (BWM) PPM Al-Kautsar, di Tanjung Pati, Kab.Limapuluhkota, Sumatera Barat, Senin (4/11/2019). BWM Al-Kautsar hingga saat ini memiliki 400 nasabah dengan modal usaha bergulir pemberdayaan ekonomi ibu rumah tangga Rp700 juta. - Antara/Iggoy el Fitra

Bisnis.com, PALEMBANG – Pemprov Sumatra Selatan mendorong pembentukan bank wakaf mikro atau BWM dengan target sebanyak 5 unit bank pada tahun 2020.

Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan pemprov memang sedang fokus pada percepatan akses keuangan di daerah.

“Akses keuangan daerah itu harus merata hingga ke pelosok desa, salah satunya melalui BWM,” katanya, Rabu (11/12/2019).

Deru mengatakan keberadaan BWM biasanya di pondok pesantren atau di tempat tertentu yang berbasis ekonomi mikro.

Menurut Deru, selama ini masih banyak pelaku usaha di pedesaan yang membutuhkan modal untuk usaha. Meski jumlahnya kecil namun pelaku usaha kesulitan mencari pinjaman.

"Banyak potensi yang ada di Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM), sayangnya karena mereka tidak tahu bagaimana dan di mana mencari pinjaman. Akhirnya mereka larinya ke rentenir,” katanya.

Sementara itu, Kepala Biro Perekonomian Setda Sumsel, Afrian Joni, mengatakan pihaknya segera membentuk BWM bekerjasama dengan Bank Sumsel Babel, dan sejumlah perusahaan untuk pendanaannya.

"Untuk pendanaannya nanti kita lihat regulasinya, berapa jumlah minimal modal yang harus dimiliki BWM, dan kita buat kajian secara teknis,” katanya.

Keberadaan BWM tersebut diharapkan Afrian Joni dapat meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat, baik bagi pondok pasantren dan UMKM yang dapat dikembangkan.

Sebelumnya, Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Regional 7 Sumbagsel, Mochammad Subandi, mengatakan saat ini baru satu BWM yang mendapat izin dari otoritas.

“BWM Aulia Cendekia baru mendapat izin pada 20 November 2019 yang berada di Pesantren Aulia Cendekia,” katanya.

Menurut Subandi, BWM memang tumbuh dari pesantren, nantinya OJK akan melihat apakah institutsi tersebut cocok untuk menjadi lembaga keuangan mikro (LKM) syariah.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lembaga keuangan mikro Bank Wakaf Mikro
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top