Tingkatkan Investasi Sumut, Gubernur Edy Perkuat Sinergi

Guna merealisasikan pertumbuhan ekonomi Sumut , Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi mengatakan, Pemprov akan terus mendorong realiasasi investasi dan memperkuat sinergi dengan para stakeholder.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 09 Desember 2019  |  14:06 WIB
Tingkatkan Investasi Sumut, Gubernur Edy Perkuat Sinergi
Edy Rahmayadi (kedua kiri) - ANTARA/Nyoman Budhiana

Bisnis.com, MEDAN— Guna merealisasikan pertumbuhan ekonomi Sumut , Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi mengatakan, Pemprov akan terus mendorong realiasasi investasi dan memperkuat sinergi dengan para stakeholder.

Pasalnya, saat ini, menurutnya masih minim sinergi dan evaluasi untuk menciptakan inovasi-inovasi.

Dia mengatakan selama ini yang menjadi permasalahan investor untuk menanamkan modalnya adalah terkait infrastruktur dan brokrasi yang masih berbelit. Oleh karena itu, salah satu langkah yang harus dilakukan yakni memperpendek birokrasi dan menekan biaya.

“Karena cost ini justru yang paling menderita adalah yang paling bawah,” kata Edy dikutip Senin (9/12/2019).

Belum lagi, lanjut Edy, Sumatra Utara telah memiliki Kawasan Ekonomi Kreatif (KEK) Sei Mangkei, Pelabuhan Kuala Tanjung yang dapat mendorong peningkatan investasi.

Meski begitu, saat ini investasi di KEK Sei Mangkei belum optimal. Paling tidak saat ini baru 6 perusahaan yang masuk, salah satunya PT Unilever.

Salah satu yang menjadi tantangan adalah harga gas yang mahal. Apalagi gas digunakan sebagai penggerak mesin untuk bahan bakar. Sebenarnya, berbagai kesiapan sudah tersedia di KEK Sei Mangkei.

Misalnya, infrastruktur jalan sudah tersedia, menuju Pelabuhan Belawan dan Kuala Tanjung sudah tersedia angkutan kereta api.

Regional Ekonom Gunawan Benjamin mengatakan hitung-hitungan penambahan pertumbuhan ekonomi sebesar 1%, Sumut membutuhkan investasi mencapai Rp54 triliun memang masuk akal . Artinya, dengan modal investasi sebesar itu, pertumbuhan ekonomi Sumut bisa meningkat 6% pada 2020.

“Tetapi untuk menarik investasi sebesar itu bukan pekerjaan mudah, apalagi di tengah perlambatan ekonomi global serta ancaman perang dagang yang berlanjut. Iklim investasi itu tidak mudah diperbaiki,” jelasnya.

Belum lagi, lanjutnya, memperhitungkan masalah ekonomi structural dalam negeri. Menurutnya, pemerintah daerah harus berupaya untuk menggenjot investasi untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi tersebut.

“Apalagi investasi itu dapat direalisasikan Pemda, maka secara langsung akan menekan agka pengangguran di Sumut,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sumut, edy rahmayadi

Editor : Rustam Agus
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top