Prevalensi Stunting di Tanah Datar 43,18 Persen

Stunting itu merupakan kekurangan gizi kronis artinya kekurangan asupan gizi dalam waktu yang cukup lama.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 01 Desember 2019  |  15:57 WIB
Prevalensi Stunting di Tanah Datar 43,18 Persen
Susu kerbau fermentasi bisa menjadi alternatif sumber gizi atasi stunting. - Ist

Bisnis.com, PADANG - Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unand Padang, Sumatera Barat menemukan masih tingginya prevalensi anak stunting di Kabupaten Tanah Datar yakni mencapai 43,18 persen.

"Penemuan tersebut berdasarkan hasil studi efek jangka panjang pemberian suplementasi gizi dan stimulasi psikososial terhadap tumbuh kembang anak usia lima tahun di Kabupaten Tanah Datar pada 2017," kata dosen FKM Unand Dr Helmizar saat dihubungi dari Padang, Minggu (1/12/2019).

Ia menyebutkan menurut Riskesdas prevalensi stunting di Sumatera Barat pada 2010 mencapai 32,7 persen kemudian mengalami peningkatan di 2013 yaitu 39,2 persen, sedangkan di Kabupaten Tanah Datar prevalensi balita stunting mencapai 38,8 persen.

"Setelah saya lakukan lagi penelitian di Kabupaten Tanah Datar 2017 ditemukan prevalensi anak stunting masih tinggi sebesar 43,18 persen. Hal ini menunjukkan Provinsi Sumatera Barat termasuk salah satu dari 20 provinsi yang prevalensi balita stunting di atas prevalensi nasional," kata dia.

Menurut Riskesdas masalah kesehatan masyarakat dianggap berat dan serius bila prevalensi stunting mencapai 30 sampai 39 persen.

Menurut dia stunting itu merupakan kekurangan gizi kronis artinya kekurangan asupan gizi dalam waktu yang cukup lama.

Menurutnya pemberian asupan gizi yang cukup untuk pertumbuhan dan perkembangan anak penting. Pada sisi lain pemberian makanan tradisional berupa dadih juga efektif mencegah stunting.

Fermentasi susu kerbau tersebut memiliki banyak kandungan gizi yang diperlukan tubuh, di antaranya mengandung 16 asam amino seperti 13 asam amino esensial dan mengandung vitamin A.

Dadih juga mengandung 39,8 persen protein, vitamin B dan K, selain itu dadih juga cukup populer di beberapa kabupaten atau kota di Sumatera Barat seperti Agam, Bukittinggi, Solok, Limapuluh Kota, dan Tanah Datar.

"Setelah saya lakukan penelitian pada 2019 di Agam dan Tanah Datar menunjukkan kadar protein dadih yaitu 12,4 persen, selain itu dadih juga merupakan solusi terbaik bagi penderita intoleransi laktosa," kata dia.

Kemudian ia juga mengatakan Kabupaten Tanah Datar merupakan salah satu daerah penghasil dadih di Provinsi Sumbar, namun berdasarkan hasil penelitian persentase anak stunting di sana cukup besar yakni 43,18 persen.

"Setelah lakukan penelitian ternyata masih banyak masyarakat yang belum mengetahui manfaat dadih, bahkan kebanyakan masyarakat tidak menjadikan dadih sebagai makan utama," kata dia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sumbar, stunting

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top