Pertumbuhan Ekonomi Sumut Melambat Terimbas Penurunan Ekspor

Perlambatan terjadi lantaran terkontraksi ekspor komoditas utama Sumut yang juga menurun.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 07 November 2019  |  18:42 WIB
Pertumbuhan Ekonomi Sumut Melambat Terimbas Penurunan Ekspor
Ilustrasi aktivitas di pelabuhan.

Bisnis.com, MEDAN — Perekonomian Sumatra Utara (Sumut) tumbuh melambat sebesar 5,11% pada triwulan III/2019. Perlambatan terjadi lantaran terkontraksi ekspor komoditas utama Sumut yang juga menurun.

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sumatra Utara (Sumut) Wiwiek Sisto Widayat mengatakan secara historis, pertumbuhan ekonomi Sumut mengalami penurunan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang bisa mencapai 5,18%.

Dia menyebutkan salah satu faktor krusial yang menyebabkan perlambatan ekonomi Sumut adalah penurunan ekspor komoditas unggulan Sumut seperti crude palm oil (CPO), karet, dan kakao. Menurutnya hal tersebut sejalan dengan penurunan dari sektor lapangan usaha pertanian karena terdampak kemarau panjang.

“Harga dari tiga komoditas tersebut masih belum membaik. Artinya yang harus didorong adalah dari sisi kuantitas,” kata Wiwiek dikutip, Kamis (7/10/2019).

Menurutnya, dari segi sektoris untuk meningkatkan perekonomian yang paling penting adalah sektor pertanian, pengolahan, kontruksi, dan juga perdagangan. Untuk itu, lanjutnya, pihaknya akan mendorong korporasi untuk melakukan hilirisasi produk-produknya.

“Kami melakukan diskusi dengan korporasi untuk meningkatkan ekspor hilir, barang setengah jadi, kalau bisa barang jadi,” jelasnya.

Meski tumbuh melambat, Sumut masih memiliki peluang untuk meningkatkan perekonomian sampai dengan akhir tahun. Ditargetkan hingga akhir 2019, perekonomian Sumut dapat tumbuh sebesar 5,3%

“Kalau mau mencapai target yang ditentukan, paling tidak pada triwulan IV/2019 [pertumbuhan ekonomi] harus dapat mencapai 5,6%,” katanya.

Wiwiek mengatakan ekonomi Sumut dapat tumbuh menguat dibandingkan dengan 2018 dengan dorongan peningkatakan kinerja konsumsi pemerintah, investasi, serta menekan angka impor. Saat ini, pertumbuhan perekonomian Sumut masih ditopang oleh perbaikan konsumsi rumah tangga karena belanja masyarakat yang tinggi.

Supaya perekonomian semakin menguat, lanjutnya, Pemerintah Provinsi Sumatra Utara perlu gencar meningkatkan investasi.Apalagi pada triwulan III/2019, kontribusi investasi mencapai 32,87%. Kendati begitu, pertumbuhan investasi belum cukup optimal.

“Belajar dari investasi 2018, investasi bisa tumbuh 9% , sementara rata-rata di triwulan I,II,III 2019 hanya tumbuh mencapai 6%. Ini menjadi tantangan untuk meningkatkan investasi,”jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sumut

Editor : Miftahul Ulum
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top