Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemprov Sumut Fokus Tangani Masalah Stunting

Pemprov Sumut saat ini fokus menangani masalah stunting atau kondisi gangguan pertumbuhan pada anak. Sehingga generasi muda Sumut ke depan diharapkan lebih sehat, cerdas dan berdaya saing.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 28 Oktober 2019  |  16:04 WIB
Ilustrasi anak 'stunting' atau kerdil yang antara lain disebabkan kurang gizi. - Istimewa
Ilustrasi anak 'stunting' atau kerdil yang antara lain disebabkan kurang gizi. - Istimewa

Bisnis.com, MEDAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) saat ini fokus menangani masalah stunting atau kondisi gangguan pertumbuhan pada anak. Sehingga generasi muda Sumut ke depan diharapkan lebih sehat, cerdas dan berdaya saing.

Hal itu disampaikan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi saat menghadiri acara Bakti Sosial Dinas Kesehatan Provinsi Sumut dan Kota Medan yang turut didukung Lions Club Indonesia, yang mengusung tema “Cegah Stunting Itu Penting”.

"Untuk tahap awal Pemprov Sumut akan memfokuskan untuk memperkecil kejadian stunting lalu menyembuhkannya. Kita akan berkolaborasi dengan beberapa stakeholder untuk memperbaiki gizi pada ibu hamil, dan 1.000 hari pertama kehidupan sejak kandungan sampai usia dua tahun," katanya dikkutip Senin (28/10/2019).

Melalui Dinas Kesehatan, Pemprov Sumut akan mendata jumlah penderita stunting di Sumut. "Kita akan mendata yang benar, kita akan cari tahu apa penyebabnya, karena penderita stunting dari tiap-tiap kabupaten tidak bisa kita samakan penanganannya, karena pasti berbeda beda penyebabnya," tambah Edy Rahmayadi.

Dari hasil riset kesehtan dasar tahun 2018, dilaporkan sebanyak 32,4% anak balita di Sumut mengalami stunting. Lebih tinggi dari angka nasional yakni 30,8 %. Itu lah sebabnya mengapa saat ini pemerintah provinsi menaruh perhatian penuh untuk mengatasinya.

"Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mendorong segala langkah strategis dalam upaya pencegahan stunting, di mana kita ketahui bersama masalah ini bukan hanya masalah kesehatan semata, sehingga dalam strategi pencegahan dan penanggulangannya perlu cara konvergensi antar lintas sektor," tambah Edy.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Edy juga memberikan apresiasi kepada Lions Clubs karena telah banyak berpartisipasi untuk rakyat Sumut. "Di luar negeri tidak ada yang seperti Lions club yang mau berpartisipasi membantu pekerjaan pemerintah, saya apresiasi peran serta Lions Club selama ini," puji Edy.

Karun Wirianto, Wakil Ketua Lions Club Distrik 307 A2 MENGAKU senang selama ini bisa ambil bagian dalam kegaiatan-kegiatan bermanfaat yang dilakukan Pemprov Sumut. Karun menjabarkan bahwa selama ini Lions Club memiliki lima program kerja prioritas. "Lima program prioritas Lions Club adalah pengabdian kepada masyarakat, penyuluhan dan penanggulangan diabetes, pelestarian lingkungan hidup, perawatan pendengaran dan bakti social bagi para tuna rungu, dan terakhir perawatan pengelihatan atau bakti bagi tuna netra," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

stunting sumut
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top