Riau Tawarkan Stadion Utama ke Swasta, Dilirik Grup OSO

Pemprov Riau menawarkan pengelolaan Stadion Utama Riau yang merupakan venue bekas PON 2012 lalu kepada swasta. Boleh dibangun mal atau pusat olahraga lainnya.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 22 Oktober 2019  |  18:12 WIB
Bisnis.com, PEKANBARU - Pemprov Riau menawarkan pengelolaan Stadion Utama Riau yang merupakan venue bekas PON 2012 lalu kepada swasta. Boleh dibangun mal atau pusat olahraga lainnya.
 
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Riau Doni Aprialdi menjelaskan saat ini sudah dilakukan komunikasi ke sejumlah perusahaan swasta untuk mengelola stadion yang biaya pembangunannya sudah menghabiskan anggaran daerah Rp1 triliun lebih tersebut.
 
"Soal aset stadion, memang gubernur inginnya dikelola swasta, karena kalau berharap APBD masih banyak lagi kebutuhan lain," ujarnya Selasa (22/10/2019).
 
Menurut data pemda, Stadion Utama Riau memiliki luas area mencapai 66,4 hektare, dengan luas gedung stadion sekitar 7,4 hektare dan mampu menampung hingga 44.000 penonton.
 
Doni mengaku pihaknya sudah mencoba menyurati sejumlah perusahaan seperti PT Riau Andalan Pulp and Paper atau RAPP, namun sampai sekarang belum ada jawaban.
 
Tidak hanya itu, ada pula perwakilan dari grup bisnis Oesman Sapta Odang atau OSO yang sudah meninjau ke lokasi sebanyak dua kali.
 
Menurutnya, grup bisnis mantan Ketua DPD RI itu berencana membangun mal atau pusat olahraga pendukung lain, seperti di komplek Gelora Bung Karno di Jakarta.
 
"Tentu sebelum investasi di sana akan melihat dulu, bisnis apa yang cocok untuk dikelola di sana, karena perkiraan investasinya itu sekitar Rp1 triliun," ujarnya.
 
Adapun selain stadion utama, masih ada sejumlah venue bekas PON lain yang masih ditawarkan pemprov Riau kepada swasta untuk dikelola.
 
Diantaranya yaitu venue renang, stadion Rumbai, atletik, basket, senam, wushu, GOR tribuana, GOR remaja, takraw, lapangan pelajar, voli, anggar, dan lapangan tembak.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
investasi, riau, PON 2020

Editor : Sutarno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top