Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

BPBD Riau Sudah Tebar 119,4 Ton Garam untuk Hujan Buatan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Provinsi Riau terus melaksanakan program hujan buatan di daerah itu. Tercatat sekitar 119,4 ton garam sudah disemai oleh tim teknologi modifikasi cuaca di awan.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 14 Oktober 2019  |  16:54 WIB
BPBD Riau Sudah Tebar 119,4 Ton Garam untuk Hujan Buatan
Satgas Karhutla Riau terus berupaya melakukan pemadaman di tengah pekatnya asap kebakaran lahan gambut yang terbakar di Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Riau, Senin (16/9/2019). - Antara
Bagikan
Bisnis.com, PEKANBARU -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Provinsi Riau terus melaksanakan program hujan buatan di daerah itu. Tercatat sekitar 119,4 ton garam sudah disemai oleh tim teknologi modifikasi cuaca di awan.
 
Kepala BPBD Riau Edwar Sanger mengatakan untuk program hujan buatan ini, tim terpadu menggunakan pesawat jenis Cassa 212.
 
"Kemarin kami sudah lakukan penyemaian garam di Pekanbaru, Kampar, Siak, dan Pelalawan," ujarnya Senin (14/10/2019).
 
Dia menjelaskan dalam sehari sekitar 0,8 ton garam disemai oleh tim modifikasi cuaca ke sejumlah titik yang berpotensi ada awan hujan.
 
Selain memakai pesawat Cassa, tim juga menyiapkan pesawat jenis Hercules untuk menjalankan program hujan buatan tersebut.
 
Untuk stok garam, tercatat BPBD Riau masih memiliki cadangan sebanyak 7,1 ton garam.
 
Adapun data BPBD Riau menyatakan luas karhutla di daerah itu sudah mencapai 9.525 hektare. Wilayah paling banyak terbakar yaitu di Bengkalis, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir. Sisanya tersebar di 9 kabupaten kota lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

riau Kabut Asap kebakaran hutan
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top