Kabupaten OKI Bentuk Tim Investigasi Karhutla

Bupati Kabupaten Ogan Komering Ilir atau OKI, Iskandar, membentuk tim investigasi kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di daerah yang rawan terbakar itu.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 04 Oktober 2019  |  20:02 WIB
Kabupaten OKI Bentuk Tim Investigasi Karhutla
Foto udara Jalan Lintas Jambi-Tanjungjabung Timur yang diselimuti kabut asap karhutla di Puding, Kumpeh Ilir, Muarojambi, Jambi, Minggu (22/9/2019). Kabupaten Muarojambi masih diselimuti kabut asap karhutla yang terus memburuk dalam beberapa hari terakhir, sementara upaya pemadaman dari sejumlah pihak masih terus diupayakan. - Antara

Bisnis.com, PALEMBANG — Bupati Kabupaten Ogan Komering Ilir atau OKI, Iskandar, membentuk tim investigasi kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di daerah yang rawan terbakar itu.

Tim tersebut terdiri dari BPBD, Badan Perizinan, Dinas Lingkungan Hidup, Disbun, Dinas Pertanian, Dinas Pertanahan, Manggala Agni, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan UPTD Kementerian Kehutanan.

Iskandar mengatakan tim yang dibantu TNI/Polri itu bertugas menginventarisasi lahan terbakar, melakukan pemetaan detail hingga investigasi penyebab dan akibat meluasnya kebakaran hutan, kebun dan lahan di wilayah OKI.

“Harus ada upaya evaluasi terhadap kasus kebakaran hutan, kebun dan lahan di OKI tahun ini,” katanya, Jumat (4/10/2019).

Bupati juga mengajak Satgas Karhutla menangani kawasan rawan karhutla secara maksimal. Salah satunya melakukan kerja sama seluruh instansi.

"Komitmennya masih tetap sama seperti sebelumnya. Pakai pola keroyokan kita utamakan," kata Iskandar.

Sementara itu Kalakha BPDB Kabupaten OKI, Listiadi Martin, mengatakan tim bertugas memetakan lokasi terbakar secara detil baik wilayah, ruang, luasan, vegetasi hingga status lahan serta dampak yang terjadi.

“Bahkan ada tidaknya perbuatan yang melanggar larangan pembakaran kita dalami,” ujarnya.

Selain upaya investigasi, Listiadi menambahkan bahwa tim bertugas melakukan langkah antisipatif melalui pemetaan areal terbakar hingga upaya penanggulangannya.

“Kita belajar dari kasus kebakaran tahun ini, lokasi yang paling rentan adalah belukar dan jauh dari sumber air maka antisipasinya adalah memperbanyak sumber-sumber air melalui pembuatan sumur bor,” ujarnya.

Dari pemetaan itu tim akan menentukan titik-titik penyebaran sumur bor, termasuk pelibatan perusahaan pemegang konsesi dalam pembuatannya.

Terkait pembuatan sumur bor, sebelumnya Dandim 0402 Ogan Komering Ilir Letkol Inf Riyandi mengaku sumur bor terbukti dapat digunakan untuk pemadaman api dengan cepat. Selain itu, sumur bor bisa dimanfaatkan masyarakat sekitar.

"Di lokasi ini (Sepucuk) kami bikin 10 titik sumur bor. Tapi ada juga di Pampangan, Pangkalan Lampan, dan Tulung Selapan ada 14 titik. Ditambah lagi dari tim BRG," kata Riyandi.

Riyandi mengatakan kapasitas air sumur bor dapat 4 liter per detik. Ini artinya dalam waktu satu jam sumur bor dapat mengeluarkan air 16.000 liter di musim kemarau dan setara dengan kemampuan empat mobil damkar berisi 4.000-5.000 liter untuk satu damkar.

"Hitungan kami ini sama dengan damkar, bedanya mobil itu membutuhkan waktu panjang dan tidak bisa jangkau langsung titik karhutla. Kalau sumur bor langsung," kata Dandim.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Karhutla

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top